DSC_0056Lindawati yang akrab disapa Linda atau Ndha tidak pernah terfikir untuk membuka usa­ha. Awalnya jadi reseller dom­pet, jual melalui akun online instagram. Pada bulan Agustus, Linda ditawarkan untuk jualan di Pasar Pagi Grand Depok City. Seiring berjalannya waktu, ia melepas jadi ingin usaha send­iri dengan modal minim ditambah orang tua juga membantu untuk mengembang­kan usaha ini.

Daaidha berdiri sejak 16 Mei 2014. “Waktu memberi nama Daaidha terin­gat nama Mama. Nama Mama kan Rida Farida, saya ambil kata akhiran Ida. Terus disisipkan nama akhiran saya Daa juga jadi tercipta sebuah nama Daaidha. Biar kalau inget Daaidha ingetanya selalu Mama terus. Ditambah biar orang gam­pang mengingat juga. Karena unik dan simple, Daaidha itu,” ungkap Linda Ke­pada Bogor Today pekan lalu.

Perjuangan Linda dalam membuka usaha pernah merasakan hal-hal yang tidak baik. Tetapi kebanyakan ia belajar dari pengalaman teman-teman di lapak Pasar Pagi. “Apa lagi kalau berjualan ha­rus siap menerima segala macam, baik dan buruknya, dan jangan pernah patah semangat,” ujarnya.

Produk Daaidha menjual busana muslimah dari mulai gamis, hijab, baju atasan, mukena, accesoris handmade, dan lain-lain. Harganya sangat terjang­kau untuk muslimah semuanya dari mulai harga Rp. 5.000 untuk accsesoris dan mulai harga Rp. 30.000 untuk hijab. Untuk gamisnya sendiri kisaran harga Rp. 185.000 dan mukena kisaran harga Rp. 120.000. Semua harga di Daaidha insya Allah masih friendly untuk semua muslimah semuanya. Karena prinsipnya Daaidha itu tidak ingin mahal. Mau can­tik masa harus mahal.

Busana muslim produk Daaidha ini bahannya dari woolpeach untuk gamis dan hijab. Hijab juga bahannya ada yang dari katun rayon. Kalau bahan aksesoris biasanya dari sifon ceruti. Semua bahan Daaidha ini di pilih yang terbaik apa­lagi gamisnya. Agar jika digunakan ti­dak menerawang dan masih bersyariat. “Kelebihan dari Daaidha ini selain har­ganya yang friendly untuk muslimah. Cocok juga buat digunakan untuk kaum ibu-ibu atau muslimah remaja yang ingin berhijrah menggunakan gamis,” jelasnya.

Sistem penjualan di Daaidha ada of­fline dan online. Kalau offline biasanya yang sudah menjadi langganan beli di Daaidha langsung ke rumah atau bi­asanya diantarkan ke rumah pelanggan. Tetapi buat janji terlebih dahulu. Kalau online ada di Instagram, Line, Facebook. Tapi lebih cenderung di Instagram dan Line. Bisa follow Daaidha juga di @ daaidha. Kalau line bisa langsung add ownernya langsung di @linda_ndhaa. In­syaAllah dilayanin dengan respon yang cepat langsung dari ownernya.

Daaidha juga pernah mengikuti bazar seperti Garden Garage Sale Radio Dalam Jakarta. Sisanya belum pernah ikut lagi karena hari minggu selalu stay di lapak. Lapak Daaidha ada di Pasar Pagi Grand Depok City depan BPS arah pemadam kebakaran. Bisaa mampir kok kalau yang mau tau Daaidha lebih dalam lagi.

Menurut Linda, Mod­al awal Daaidha Rp. 500.000 itu juga belum dit­ambah sama pemasukan dari orang tua. Kalau jualan ada pasang surut­nya jadi untuk omset perbulan Rp. 1.000.000 ke atas. Mudah-mudahan 2016 ini Daaidha omsetnya lebih dari itu. Karena Daaidha sendiri sekarang sedang dibenahi semua pengelolaan­nya.

“Untuk siapapun yang mau mem­buka usaha jangan pernah takut un­tuk membuka usaha jangan pesimis duluan untuk mencoba. Urusan modal itu hal kesekian yang penting niat kemauan kita dan coba untuk berusaha mengembangkan bakat-bakat terpendam untuk menjadikan nilai yang sangat berati,” pungkasnya.

(Hesti Amelia)