Untitled-3BULAN ramadhan merupakan momen­tum terbaik bagi kaum muslimin untuk ban­yak berbuat kebaji­kan, salah satunya adalah bersedekah. Nilai sedekah di bu­lan Ramadhan sangat besar di sisi Allah swt. Rasulullah bersabda: ‘Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan ramadhan,’ (HR. Tirmidzi )

Begitu besarnya pahala sedekah di bulan Ramadhan. Sehingga sekalipun bersedekah hanya berupa memberi makanan untuk orang yang akan berbuka puasa, maka nilai paha­

lanya sama dengan pahala yang diperoleh orang berpuasa yang ber­buka dengan makanan tersebut. Rasulullah bersabda: ‘Barang siapa yang memberi makanan untuk yang berpuasa, baginya pahala yang sama dengan pahala orang yang berpuasa tanpa sedikit pun berkurang paha­lanya.’ (HR. Ahmad)

Dalam bersedekah di bulan Ra­madhan, Rasulullah telah memberi­kan contoh kepada umatnya. Seb­agaimana diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas, beliau berkata: ‘Adalah Rasulullah orang yang paling murah tangannya dan beliau paling bermu­rah tangan di bulan Ramadhan ketika Jibril datang untuk mentadaruskan alquran. Maka sungguh Rasulullah ketika didatangi Jibril, lebih cepat memberikan sesuatu melebihi ke­cepatan angin berhembus. Tidak di­mintakan sesuatu kepadanya (dalam bulan Ramadhan) melainkan diberi­kannya. (HR. Bukhari – Muslim)

Bersedekah sejatinya merupakan pembuktian keimanan seorang ham­ba. Sejauh mana tingkat keimanan seorang hamba akan bisa diukur dalam kesungguhan dirinya dalam membelanjakan harta yang dimilikin­ya di jalan kebaikan yang disenangi oleh oleh Allah swt. Firman Allah swt.: ‘Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan seba­gian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS. Ali Imran:92)

Dari beberapa penjelasan menge­nai kehebatan sedekah di atas, sudah sepatutnya kita benar-benar bisa me­manfaatkan Ramadhan ini untuk seban­yak-banyaknya bersedekah. Betapa rugi jika kita dalam keadaan rezeki yang la­pang, tapi kita lalai dalam bersedekah.

Orang-orang yang lalai dari ber­sedekah adalah orang yang akan me­nyesal. Bahkan saat kematian datang kepadanya, ia meminta kepada Allah swt agar menangguhkan kematian­nya tersebut. Dan dengan penang­guhan itu, ia akan mensedekahkan hartanya. Tapi tentu saja permintaan tersebut akan sia-sia saja.

Allah swt berfirman: ‘Dan be­lanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebe­lum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu Ia ber­kata: “Ya Tuhan ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang me­nyebabkankan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang soleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) se­seorang apabila datang waktu kema­tiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ‘ (QS. Al-Munafikun: 10-11)