amnesti_pajakYuska Apitya Aji

[email protected]

Konglomerat hingga pengusaha di daerah masih akan meramaikan tax amnesty di periode kedua ini. Pasalnya, masih banyak pengusaha yang belum sempat mengikuti tax amnesty periode pertama karena butuh waktu untuk mengecek perusahaan mereka.

“Karena memang, di periode pertama itu lebih banyak ke pribadi dan company, namun sebenarnya itu belum semua. Jadi rata-rata, misalnya ada pengusaha atau konglomerat yang memiliki ratusan perusahaan bahkan ribuan itu belum semua (ikut tax amnesty), karena keterbatasan waktu,” ungkap Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani, kemarin.

Para pengusaha dan konglomerat tersebut, kata Rosan, masih tengah melakukan konsolidasi untuk mengikuti program tax amnesty di Desember nanti.

“Kenapa baru Desember nanti? Karena perusahaan mereka banyak, jadi mereka membutuhkan waktu untuk mengkonsolidasikan perusahaan-perusahaannya yang saling berkaitan, supaya lebih teliti juga,” jelasnya.

Selain itu, Rosan mengatakan, Kadin juga terus menggelar sosialisasi ke pengusaha-pengusaha daerah untuk ikut tax amnesty di periode kedua ini. “Iya, mereka memang sudah mengatakan bakal ikut (tax amnesty). Ini kan bukan untuk dananya, tapi untuk memperluas data wajib pajak. Itu yang kita sampaikan,” kata Rosan.

Kendati demikian, Rosan mengatakan kalau mungkin para pengusaha menengah kecil yang berada di daerah akan mengikuti program ini di waktu terakhir. “Itulah, kita sosialisasi jalan terus. Tapi kebiasaan orang Indonesia itu maunya di akhir-akhir. Masih saling menunggu, tapi sekarang mereka sudah yakin untuk ikut,” pungkas Rosan.

Rosan juga meminta pemerintah tak perlu khawatir. Sebab, menurut Rosan, masih banyak pengusaha maupun konglomerat yang akan mengikuti program tax amnesty di periode kedua ini. “Karena memang, di periode pertama itu lebih banyak ke pribadi dan company, namun sebenarnya itu belum semua. Jadi rata-rata, misalnya ada pengusaha atau konglomerat yang memiliki ratusan perusahaan bahkan ribuan itu belum semua (ikut tax amnesty), karena keterbatasan waktu,” ungkap Rosan.

Para pengusaha dan konglomerat tersebut, kata Rosan, masih tengah melakukan konsolidasi untuk mengikuti program tax amnesty di Desember nanti. “Kenapa baru Desember nanti? Karena perusahaan mereka banyak, jadi mereka membutuhkan waktu untuk mengkonsolidasikan perusahaan-perusahaannya yang saling berkaitan, supaya lebih teliti juga,” jelasnya.

Untuk itu Rosan mengatakan, walau tax amnesty di Oktober ini masih minim, namun pada Desember akan mengalami lonjakan. “Nanti Desember akan naik lumayan lagi hasilnya (dari program tax amnesty). Walaupun memang menurut saya hasilnya tidak akan sebanyak periode pertama, namun naiknya akan cukup signifikan juga,” kata Rosan. (*)