CIBINONG TODAY – Kabupaten Bogor merupakan penyangga Ibukota Jakarta, namun pengetahuan masyarakat Kabupaten Bogor mengenai pernikahan masih rendah. Masih banyak ditemukan pasangan suami istri menikah muda. Padahal, menikah diusia muda lebih banyak resikonya.

“Menikah muda rentan dengan resiko, karena pemikirananak muda masih labil dan selalu mengedepankan ego. Dan tidak hanya itu, menikah diusia muda alat reproduksinya juga belum cakep, sehingga akan menghasilkan generasi yang kurang baik,” ujar Penghulu Satu di Kantor Urusan Agama (KUA) Cibinong, Abdul Kodir Zaelani (33), Selasa (25/7/2017).

Kendati demikian, minat masyarakat kabupaten Bogor untuk menikahkan putra putrinya diusia muda cukup banyak. Dalam satu bulan, KUA Cibinong menerima pendaftaran calon pengantin mencapai ratusan diluar bulan Ramadhan dan didominasi oleh pasangan muda, namun hanya beberapa pasangan saja yang usianya tidak memenuhi syarat dan ketentuan Undang – undang.

“Contohnya anak Ustad Arifin Ilham, menikah diumur 17 tahun, karena aturannya calon pengantin pria harus berumur minimal 19, akhirnya Alvin (anak Arifin Ilham, red) menempuh jalur hukum ke pengadilan minta izin dispensasi usia,” tutur Abdul.

Ada baikanya nikah diusia muda, mengingat pergaulan anak muda sekarang mengikuti gaya kebarat – bartan. Banyak pemberitaan mengenai anak muda melakukan hubungan suami istri tanpa bersetatus menikah.

“Ada baiknya juga menikah muda untuk menghindari pergaulan bebas seperti putra Ustad Arifin Ilham. Namun, karena menikah diusia muda tentunya ego dan cara berfikirnya pun masih labil, itu menjadi tanggungjawab orangtua untuk senantiasa membimbing dan mengarahkan agar pernikahannya langgeng,” tandasnya. (Fathya MG)

loading...

1 COMMENT

  1. Hi blogger, i must say you have hi quality posts here. Your website can go viral.

    You need initial traffic only. How to get it?
    Search for: Mertiso’s tips go viral

Comments are closed.