CIBINONG TODAY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) merasa di anak tirikan. Tahun ini, pemkab hanya mendapatkan Rp7 miliar dana Bantuan Provinsi (Banprov) DKI Jakarta. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibanding daerah penyangga ibu kota lainnya, seperti Bekasi dengan Rp800 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhandin mengatakan, jumlah anggaran untuk tahun 2020 itu sangat kecil dibanding dengan beban yang dimiliki Kabupaten Bogor. Terlebih ada beberapa program pemkab yang memiliki keterkaitan dengan DKI Jakarta.

Namun menurutnya, kecilnya alokasi yang diberikan DKI dikarenakan kurang tepatnya peruntukkan yang diajukan Pemkab Bogor dengan program prioritas milik DKI.

Karena, kata Burhan, bantuan keuangan semacam ini tidak bisa asal diusulkan. Tetap harus melalui melalui proposal dan setiap kegiatan yang diajukan memiliki keterkaitan dengan DKI.

“Cenderung kecil dibanding beban kita. Namun kita akan terus mencari sumber dana untuk pembangunan di luar APBD kita,” kata Burhan, Jumat (20/9/2019).

Untuk memperbaiki itu, tahun 2021 Burhan memerintahkan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menginventarisir program kegiatan yang selaras antara visi-misi Gubernur DKI dengan Bupati Bogor.

“Akan dievaluasi supaya tahun 2021 bantuannya bisa lebih tepat sasaran dan bisa diberikan lebih besar. Kita akan mengajukan permohonan dana untuk program yang ada di Kabupaten Bogor yang memiliki kaitan dengan kepentingan Jakarta. Seperti sampah, banjir dan penghijauan. Itu kan selalu jadi isu kalau musim hujan,” ungkap Burhan.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan, Pemkab Bogor akan mengajukan permohonan tambahan Banprov dengan pendekatan yang akan dilakukan, yakni lebih kepada program resapan air di Kabupaten Bogor.

“Ya seperti penanganan banjir. Kita lakukan pendekatan terintegrasi dengan membenahi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, supaya tidak banjir serta membangun embung-embung air serta penghijauan di DAS Ciliwung. Pokonya yang memang berkaitan dengan DKI,” tandas Syarifah. (Firdaus)