BOGOR TODAY – Berawal dari kunjungan kerja Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Endang Setyawati Thohari ke Perumahan Barananangsiang Indah (BSI), RW05, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor beberapa bulan lalu, tentang penyampaian program kerjanya soal ketahanan pangan yang disampaikan kepada masyarakat, kini membuahkan hasil.

Bahkan, ketahanan pangan yang ditawarkan oleh Endang Setyawati Thohari itu sudah memasuki masa panen, dan Ia pun ikut langsung memetik hasil panen sayuran yang dikelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Melati.

Ketua KWT Mawar Melati, Devina menuturkan, bahwa tanaman sayuran yang dikelola oleh kelompoknya itu merupakan hasil dari pembinaan yang diberikan Endang Setyawati Thorari pada bulan Juli 2020 lalu.

“Jadi, awalnya itu kami dikumpulkan oleh Ibu Endang pada bulan Juli kemarin. Waktu itu kami engga ngerti dan engga tahu, tetapi Bu Endang menjelaskan tentang dan tujuan soal KWT. Jadi beliau ini sebagai inisiatornya dan kami pun langsung membentuk kepengurusan KWT,” ujar Devina kepada BogorToday, Sabtu (12/9/2020).

Setelah tiga bulan dibentuk dan dibina oleh anggota DPR RI itu, kata Devina, maka dia dan anggota KWT lainnya kini bisa menerapkan ilmu pengetahuan tersebut hingga membuahkan hasil yaitu panen sayuran. “Alhamdulillah, apalagi ditengah kondisi pandemi covid seperti sekarang ini membuat kami kesulitan untuk membeli kebutuhan pangan yang bergizi, tapi dengan menanam sendiri minimal bisa memenuhi kebutuhan tersebut untuk keluarganya dan juga nggota KWT,” katanya.

Dia menjelaskan, tanaman sayuran yang ditanam oleh kelompoknya itu bermacam-macam jenis, di antaranya kangkung, bayam, cabai, pakcoy, kacang panjang, jahe, tanaman obat, lavender, caisim dan sawi. “KWT Mawar Melati ini beranggotakan 57 orang yang semuanya warga RW05. Jadi kita bagi tugas mulai dari senin sampai sabtu, dan mereka ada yang bertugas menanam benih, menyiram dan lain sebagainya,” jelasnya.

“Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada semua stakholder, terutama kepada Bu Endang, karena berkat beliau, kini kami tidak lagi kesulitan membeli pangan yang bergizi, bahkan hasilnya juga bisa dijual kepada masyarakat sehingga bisa mendapat penghasilan tambahan,” tambahnya. (Heri)