CIBINONG TODAY – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor memberikan peringatan dini kepada masyarakat memasuki musim penghujan ini. Mengalami perubahan cuaca dari kemarau, peralihan musim ini dinilai rentan akan datangnya penyakit.

Dinas Kesehatan menyebut ada beberapa penyakit yang biasa muncul dan bisa menyerang masyarakat. Diantaranya diare, infeksi kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Hepatitis, Demam Berdarah Deungeu (DBD) dan Chikungunya.

“Penyakit tersebut menbutuhkan penanganan yang cepat. Contohnya seperti diare, kalau tidak cepat ditangani bisa jadi dehidrasi dan tak menutup kemungkinan bisa meninggal karena diare mengandung air yang kotor dengan kuman serta bakteri di dalam tubuh,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dedi Syarif, Jumat (18/10/2019).

Selain diare, Dedi menyebut ISPA juga bisa berpotensi menyebabkab kematian. Maka untuk menghalau penyakit yang bisa terpapar kapan saja itu, perlu adanya peningkatan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan agar sistem kekebalan tubuh (immune) tetap terjaga.

Selain itu, sambungnya, kebersihan lingkungan juga harus menjadi prioritas utama, dengan cara melakukan kerja bakti agar tidak ada tumpukan sampah dan genangan air yang merupakan sumber bakteri penyebab penyakit khususnya DBD dan Chikungunya.

“Jika ada keluhan sakit seperti diare, ISPA dan lain sebagainya segeralah berobat ke puskesmas terdekat, klinik atau pun dokter,” ungkap Dedi.

Terpisah, anggota komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Ruhiyat Sujana mengimbau kepada pihak Dinkes dan UPT Puskesmas di wilayah yang rawan bencana banjir untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa tidak boleh ada perbedaan dalam pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan BPJS.

“Semua harus dilayani dengan baik. Saya akan pantau terus perkembangannya,” tegas Politisi Demokrat itu. (Firdaus)