BOGOR TODAY – Pasar tradisional identik dengan kumuh, becek dan tidak nyaman. Stigma buruk itu seolah sudah melekat di benak banyak orang. Oleh karena itu, tidak sedikit dari mereka khususnya kalangan menengah ke atas enggan untuk berbelanja memenuhi kebutuhan sehari-harinya di sana. Namun demikian, kawasan Lawang Saketeng yang dikenal sebagai pasar tradisional yang kumuh, kini sudah berubah.

Penertiban PKL di Jalan Pedati dan Lawang Saketeng membuat kawasan itu menjadi bersih dan eks PKL Jalan Pedati, Kecamatan Bogor Tengah, yang beberapa waktu lalu direlokasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berinisiasi untuk menyediakan tempat berjualan dan berbelanja yang lebih layak, lebih bersih, lebih nyaman dan lebih aman.

Pengurus yang juga perwakilan PKL Jalan Pedati, Irfan Efendi menerangkan, setidaknya terdapat tiga tempat di sekitar kedua kawasan tersebut yang menjadi lokasi baru bagi ratusan PKL dengan konsep berupa pasar bersih dan nyaman.

“Sampai saat ini sekitar 60 persen pedagang yang sudah masuk ke tempat-tempat baru ini. Kebanyakan adalah para pedagang buah, sayuran, ikan dan daging. Kita siapkan tempat yang jauh lebih layak, bersih, nyaman dan aman bagi seluruh pedagang dan pembeli,” jelas Irfan.

Dia kembali menegaskan, bahwa tempat berjualan yang baru itu mengusung konsep pasar bersih dengan standar tersendiri. Oleh sebab itu, pihaknya pun melengkapinya dengan sejumlah fasilitas penunjang.

“Maka, untuk memenuhi standar kelayakan itu kami sebagai pengurus telah melengkapi tempat-tempat yang baru ini dengan fasilitas penunjang seperti tempat yang bersih dengan menyediakan kipas angin, toilet, area parkir motor, mushola, foodcourt sampai wifi gratis dan CCTV,” paparnya.

Jadi, masih kata Irfan, apa yang telah dilakukan para pengurus itu tidak lain untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pembeli dan pedagang itu sendiri. Dengan demikian kedua belah pihak akan diuntungkan di lokasi yang baru itu.

“Konsep berjualan di toko mengadopsi pasar tradisional tetapi bersih dan semi modern. Tetapi masyarakat tidak perlu kuatir soal harga, walaupun semi modern, tetapi harga harga yang dijual disini tetap harga PKL,” imbuhnya.

Walikota Bogor Bima Arya mengapresiasi para PKL masuk kedalam toko. Terjadi peningkatan atau naik kelas dari PKL, sehingga betul betul memberikan kenyamanan kepada pembeli. Tempatnya rapi, bersih dan semua ada di satu tempat. “Bagus sekali ya, para PKL ini masuk ke dalam toko. Saya juga mengapresiasi dan meminta agar pedagang tidak kembali berjualan di trotoar atau badan jalan,” harapnya. (Heri)