446409_620BANDUNG, Today – Pelatih PERSIB Djadjang Nurdjaman meyakini tim­nya tidak terpengaruh ditinggalkan pilar-pilar utamanya. Djadjang men­gatakan hujan pun ada redanya, maka masa sulit ini pun akan ada akhirnya.

Pelatih yang sudah menyum­bangkan empat piala selama kepe­mimpinannya ini mengajak pemain yang ada untuk tetap sabar dalam menatap kondisi tim kedepan. Djad­jang juga mengajak pemainnya un­tuk tetap berpandangan positif.

“Saya mohon kesabaran mereka dari situasi sepakbola sekarang. Kita berpikir positif saja, pasti ada solusi seperti falsafah hidup, ada siang ada malam. Saya pikir begitu. Tidak ada persoalan yang tidak terselesaikan,” kata Djadjang.

Tidak dipungkiri oleh pria yang karib disapa Djanur ini, hilangnya pemain sangat berpengaruh besar buat Pangeran Biru, apalagi mereka pemain yang sering menjadi pilihan utama dalam setiap laga.

Mencoba menahan untuk tidak pergi sudah diupayakan, namun ia tetap harus menghormati keputusan pemainnya.

“Sudah saya upayakan memper­tahankan pemain, terutama yang lo­kal. Kalau pemain asing, saya sangat mengerti karena memang buat mere­ka ini sangat merugikan. Yang sudah pamitan sama saya ada lima pemain, tiga asing dan dua lokal, Firman Uti­na dan Abdul Rahman,” ucapnya.

Tiga pemain asing yang dimak­sud adalah Vladimir Vujovic, Makan Konate dan Ilija Spasojevic. Djad­jang membantah alasan lima pemain itu pamit lantaran hubungan tidak harmonis antara para pemain itu dengan pihak PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB).

“Saya ini melihat dari situasi sepak bola kita. Saya tak menyoroti ada apa-apa di PERSIB. Ada sedikit masalah tapi masih bisa diselesaikan. Ini mungkin karena situasi yang tidak menentu dari sepakbola kita,” ung­kapnya.

Sembilan pemain Hengkang

Diawali dengan berpisahnya Vladimir Vujovic, pasca memenangi Piala Presiden yang langsung terbang ke negara asalnya Montenegro, disu­sul hengkangnya Shahar Ginanjar ke Mitra Kukar, mundurnya Muham­mad Ridwan, dan digaetnya Makan Konate ke tim asal Malaysia T-Team.

Kenyataan tersebut masih ber­lum usai setelah 5 pemain sekaligus menyusul untuk pergi, Firman Utina, Abdul Rahman, Achmad Jufriyanto, Supardi Nasir, dan Ilija Spasojevic, berduyun meninggalkan Persib.

Rata-rata ke-9 pemain tersebut adalah andalan dari pelatih Jajang Nurjaman selama memenangkan 4 Piala dalam 5 final yang dijalani Maung Bandung di 3 musim terakhir.

Seperti mimpi, para pemain yang sangat dielu-elukan Bobotoh, yang per­nah mempertaruhkan harga diri Persib harus pergi karena faktor non teknis.

Dedi Kusnandar, gelandang Persib cukup menyesalkan kehilangan rekan-rekannya yang menjadi pemain pilar tim. Meski baru merumput ke skuat biru awal musim 2015, ia merasakan begitu besar peran mereka dalam memboyong juara kembali ke tanah Pasundan selama hampa 19 tahun.

“Pasti berpengaruh kehilangan beberapa pemain penting, pemain pilar Persib yang membawa kesuk­sesan selama ini,” tuturnya.

Pemain yang akrab dipanggil Dado ini mengaku bakal kehilangan akan sosok dan kepribadian mereka selama di dalam dan di luar lapangan.

“Pasti berpengaruh ditinggal pemain-pemain penting, apalagi tim ini sudah kebentuk sudah menjalin banyak kebersamaan, sudah bertah­an cukup lama dengan memainkan skema yang baik dan banyak gelar dengan pemain-pemain ini pasti ke­hilangan,” bebernya.

Meskipun demikian, Dado me­nyatakan tidak terlalu ingin men­campuri atau mempengaruhi sikap para pemain yang mundur dari Persib karena adanya konflik dengan manajemen.

Karena keputusan yang sudah diambil Firman Utina dkk tersebut sudah masuk ranah pribadi. “Tapi saya tidak mau berpolemik tentang itu, karena itu sudah masuk dalam ranah diri pribadi masing-masing,” katanya.

Walau sedih ia harus merelakan dan menghormati keputusan rekan-rekannya. Kendati demikian, Dado selalu mendoakan yang terbaik un­tuk para mantan rekan-rekannya itu.

“Sedih dengan ditinggal beber­apa pemain saya selalu mendoakan yang terbaik saja buat mereka dan juga untuk tim ini, semoga ada solusi terbaik,” sigapnya.

(Imam/net)