04-andrea-dovizioso_ducati-assen-2015-motogpKUALA LUMPUR, Today – Andrea Dovizioso per­caya Ducati akan meningkatkan kemampuan motornya di musim ini. Pebalap Italia itu pun menargetkan untuk bisa bersaing dalam perebu­tan titel juara.

Ducati menjalani awal musim yang menjan­jikan di 2015. Dovizioso berhasil merangsek ke jajaran terdepan dengan finis podium tiga kali runner-up dalam empat dari lima seri pertama sedangkan rekan setimnya, Andrea Iannone, sekali merebut tempat ketiga dan sempat finis kedua di Mugello, Italia.

Sayangnya, hal itu tidak berlangsung sampai akhir musim. Dovizioso selanjutnya hanya sekali finis ketiga di Silverstone dan dua kali mendudu­ki lima besar namun harus empat kali retired sementara Iannone sekali finis ketiga di Phillip Island dan tiga kali retired.

Pada klasemen akhir, Dovizioso harus puas bertengger di peringkat ketujuh dengan 162 poin, terpaut 19 poin dari Bradley Smith [Tech 3] dan 26 poin dari Iannone. Meski begitu, Dovizio­so percaya motornya kini sudah lebih baik.

Tahun lalu timnya sudah banyak peningka­tan, maksudku motornya di awal musim bisa bertarung untuk memenangi balapan, untuk bersaing merebut gelar.

“Tapi, untuk benar-benar berjuang sampai akhir musim sangat sulit karena kompetitor-kompetitor begitu tangguh. Honda dan Yamaha juga punya pebalap-pebalap yang sangat bagus jadi sangat sulit,” kata Dovizioso setelah melun­curkan helm barunya untuk musim ini di Kuala Lumpur, Minggu (31/1/2016).

Dari segi tunggang cukup bagus, karena sek­arang punya basisnya. Itu sangat penting karena sebelumnya tidak punya makanya tidak terlalu cepat.

“Kami membutuhkan stabilitas, dan pu­nya banyak tenaga, kecepatan, tapi mot­ornya tidak mudah untuk terus memberi­kan 100 persen di semua balapan. Jadi kami harus fokus kepada hal itu. Tapi, tahun ini akan sedikit berbeda, ada pe­rubahan aturan, ban yang beda, dan menyesuaikan motor dengan ban,” tambahnya.

Ia mengatakan harus bertarung untuk gelar juara. diakuinya me­mang sulit tapi ini adalah tahun ke­empatku di Ducati.

“Rencananya pada tahun lalu dengan motor baru adalah berta­rung untuk podium, untuk kemenan­gan dan tahun ini, kami ingin berta­rung untuk titel juara dunia. Memang tidak akan mudah tapi aku percaya kami bisa,” pungkasnya.

Dovizioso terjun ke balap motor kelas primer sejak 2008. Pencapaian terbai­knya ialah finis di pering­kat ketiga pada 2011 saat membela Honda Repsol.

Serangkaian pe­rubahan akan dilakukan di MotoGP 2016. Hal itu membuat pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, yakin kuartet pebalap Repsol Honda dan Movis­tar Yamaha tidak akan sedomi­nan musim lalu.

Dalam 18 seri di 2015, tidak ada satu seripun yang bisa di­kuasai oleh pebalap di luar Repsol Honda dan Movistar Yamaha. Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi memenangi total 11 seri dan tujuh seri lain dikuasai Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

Dovizioso sendiri cuma kebagian tiga kali naik podium kedua di tiga seri pertama dan dua kali finis ketiga, serta sekali pole position yang di­raihnya di Losail, Qatar alias seri pembuka.

Akan tetapi di musim ini, perubahan terjadi termasuk pergantian pemasok ban dari Bridge­stone menjadi Michelin serta kebijakan peng­gunaan ECU tunggal.

“Tidak mungkin untuk diketahui sek­arang. Karena dengan ban baru semua pebalap bisa cepat,” imbuhnya.

“Maksudku tahun lalu, mudah saja Honda dan Yamaha berada di level yang berbeda, tapi tahun ini tidak. Jadi segalanya bisa terjadi, tapi terutama tergantung pada 9 hari tes … itu lebih penting dari sekadar siapa yang lebih cepat.”

(Imam/net)

loading...