bogor-slide2vLambannya pengusutan perkara intervensi lelang di Unit Lelang Pengadaan (ULP) yang dilakukan Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, membuat Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB) mulai mengerahkan tim. Mereka merapatkan barisan untuk menggerudug dua kantor lembaga, DPRD Kota Bogor dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor.

Oleh : Rizky Dewantara
[email protected]

Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Ade Mashu­di, melontarkan kritik pedas kepada DPRD Kota Bogor. Dirinya men­duga ada main mata antaraUs­mar Hariman dengan Untung W Maryono (Ketua DPRD Kota Bogor).

Ade mengatakan, seharus­nya dewan bekerja secara pro­fesional dan bekerja melalui amanah rakyatnya. “Dewan jangan menistakan amanat rakyat. Harusnya mampu men­gurus warganya,” tegasnya,

Sementara itu, Koordina­tor FOBB, Benignnu Agroebie mengatakan, Pemimpin Kota Bogor harus berani bertindak dan tidak pandang bulu dalam menyelesaikan kasus, apalagi kasus ini menimpa pejabat tinggi Kota Bogor. “Mau dibawa kemana Kota Bogor, jika pe­mimpinya takut menegakkan keadilan,” timpalnya.

Benignnu juga menegas­kan, akan mengerahkan massa yang lebih banyak jika kasus ini tidak cepat ditindak seperti yang dijanjikan Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono. Dirinya meyakinkan akan mengerahkan massa yang han­ya diambil dari tujuh ormas di Kota Bogor.

“Angkatan Muda Siliwangi (AMS) dengan 22.000 anggota, Pemuda pancasila (PP) 33.000 anggota, Benteng Bogor Raya (BBR) 20.000 anggota, Barisan Pagar Bangsa (BPB) 20.000, Pemuda Panca Marga (PPM) 8.000 anggota, Komunikasi Putra/Putri Purnawirawan TNI/ Polri (FKPPI) 8.000 anggota, Benteng Bogor Raya Padjajaran (BBRP) 20.000 anggota, dan Ormas Islam 45.000 anggotan­ya,” tegasnya. (*)

loading...