Home Bogor Raya Draft Pimpinan Dewan Belum Turun Dari Gubernur, Pembahasan APBD 2020 Terbengkalai

Draft Pimpinan Dewan Belum Turun Dari Gubernur, Pembahasan APBD 2020 Terbengkalai

0
6

CIBINONG TODAY – Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020 Kabupaten Bogor terancam berantakan. Musabab, hingga saat ini draft nama calon pimpinan DPRD belum juga dikirim ke Gubernur Jawa Barat.

Bahkan dari informasi yang didapat, hingga kemarin (13/9/201), berkas tersebut masih ada di Sekretariat Dewan juga belum diserahkan kepada Bupati Bogor sebagai kepanjangan tangan penyerahan ke gubernur.

Calon Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto membenarkan hal tersebut. Kadung kesal, dia mengatakan seharusnya draft pimpinan definitif harus segera dikirim ke Provinsi saat ini juga. Karena jika terlambat, maka akan berdampak pada pembahasan APBD 2020.

“Kalau kita harus menunggu 15 hari kerja untuk SK dari gubernur, itu terlalu lama memakan waktu. Sementara belum kita membahas AKD dan tata tertib (tatib). Kapan bahas anggarannya ?,” cetus Rudy kepada wartawan, Jumat (13/9/2019).

Lebih lanjut Rudy menyebut, jika SK ditentukan melalu perhitungan waktu berdasarkan aturan, itu akan memakan waktu hingga akhir September.

“Pembahasan AKD sama tatib bisa saja dilakukan Oktober, tapi itu juga tidak memakan waktu yang sebentar. Sementara SK definitif juga belum jelas. Bagaimana ini,” katanya.

Belum lagi, sambung Rudy, waktu tersebut pun akan dimakan dengan kegiatan anggota dewan yang harus mengikuti bimbingan teknis dan karantina.

“Tidak bisa kita diberikan waktu hanya beberapa hari membahas anggaran. Ini menyangkut publik. Sampai sekarang juga kita tidak tahu pointer anggarannya apa saja,” tegasnya menekankan.

Maka dari itu, dirinya berinisiatif untuk mengumpulkan para perwakilan fraksi untuk merumuskan AKD dan tatib terlebih dahulu. Hal itu perlu dilakukan untuk mengefisienkan waktu sebelum ketuk palu anggaran. Hal itu kembali kepada waktu pembahasan AKD dan tatib yang juga memakan waktu lama.

“Sekarang coba kalau kita tidak mengambil inisiatif itu, pasti berantakan. Tidak bisa. Makanya kita sudah memanggil sekwan juga untuk menanyakan hal itu. Kita minta fasilitasi sekwan untuk mengumpulkan fraksi. Kita bahas saja dulu AKD dan tatib, setelah definitif kita tinggal sepakati,” jelas Politisi Gerindra itu.

Padahal sebelumnya, Sekwan Ronny Sukmana mengaku akan menyerahkan langsung nama-nama calon pimpinan yang ditentukan lewat paripurna internal pada Selasa (10/9/201) lalu.

“Ya lebih cepat memang lebih baik. Tapi sesuai ketentuan, kita diberikan waktu 14 hari sejak diumumkan,” kata Ronny. (Firdaus)