BOGOR TODAY – Cabang olahraga (cabor) golf dan gulat Kabupaten Bogor serius persiapkan segalanya demi mempertahankan prestasi di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat tahun 2022 mendatang.

Pelatih Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) dan pelaksana tugas (Plt) Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kabupaten Bogor, Rizki Akbar mengatakan, pada Porda tahun 2018 lalu cabor golf mencetak sejarah dengan meraih tiga emas, tiga perak dan dua perunggu.

“Diluar target, Porda 2018 lalu kami menargetkan dua emas. Tapi ternyata kami meraih tiga emas. Untuk Porda tahun nanti kami optimis bisa meraih kembali tiga emas, kalau bisa lebih,” ujar Rizki, Jumat (14/8/2020).

Dengan demikian saat ini pihaknya mengaku tengah terus fokus mempersiapkan diri menuju Porda 2022 dengan menggelar turnamen untuk menjaring atlet-atlet pemula sehingga dapat memperkuat cabor golf di ajang tournament baik di tingkat daerah, nasional ataupun internasional.

“Saat pandemi ini kita menghargai dan patuhi kebijakan pemerintah soal pembatasan sosial dengan tidak latihan bersama, walaupun demikian atlet tetap laksanakan latihan secar mandiri,” terangnya.

Saat ini, sambung Rizki, pihaknya berharap adanya dukungan dari Komite Oelahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor agar mendorong dan mendukung cabor dengan adanya pembinaan yang rutin dan terevaluasi sehingga ada skala prioritas.

“Golf bisa menjadi cabang olahraga yang bisa menarik parwisata seperti event Bogor Wonderfull Golf yang juga mendukung tag line Bogor The City Of Sport And Tourism. Kami berharap cabor golf Kabupaten Bogor terus maju, kita pacu prestasi kita meski di tengah pandemi,” tukasnya.

Sementara itu, pelatih gulat PGSI Kabupaten Bogor, Agung Mulyana menjelaskan, seperti halnya cabor golf, pihaknya pun mengakui sedang mempersiapkan strategi untuk mempertahankan prestasi di Porda 2022 mendatang, setelah meraih tiga emas dan tiga perak pada perhelatan Porda 2018 lalu. “Pestasi ini akan kita pertahankan di Porda berikutnya,” ujar Agung.  

Dikatakan Agung, Cabor gulat seperti terlahir kembali, setelah beberapa tahun sempat mati suri. Namun saat ini, pihaknya mengungkapkan keterbatasan sarana latihan.

“Semoga ini menjadi perhatian KONI Kabupaten Bogor. Dan semoga pandemi segera berakhir sehingga kita bisa berkegiatan seperti semula, untuk terus berprestasi mengharumkan nama Kabupaten Bogor,” katanya. (Bambang Supriyadi/*)