BOGOR TODAY – Soal penggunaan gedung BNN Lido di Kecamatan Cigombong dan Kemendagri di Kecamatan Kemang sebagai alternatif ruang isolasi yang direncanakan Pemerintah Kota Bogor untuk menampung pasien OTG (orang tanpa gejala) akhirnya disepakati Bupati Bogor, Ade Yasin.

Kesepakatan itu, terjalin usai Wali Kota Bima Arya dan Bupati Ade Yasin bertemu di Kebun Raya Bogor.

Dalam keterangan video yang diterima bogor-today.com, Ade Yasin menyebut mobilitas kedua daerah saling berkaitan. Jadi kerja sama merupakan hal yang wajar dan perlu dilakukan, demi menyelamatkan masyarakat dari paparan Covid-19.

“Saya dengan Wali Kota Bogor, bertemu dan membahas terkait penanganan Covid-19 di Kota dan Kabupaten Bogor. Tidak dapat dipungkiri dua daerah ini sebetulnya menyatu,” kata Bupati Ade Yasin, Sabtu (5/9/2020).

Politis PPP itu menambahkan, Pemkot Bogor bisa memanfaatkan ruang isolasi di BNN Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, maupun fasilitas rumah sakit darurat di Wisma Kementerian Dalam Negeri dan di Cibogo, Kecamatan Megamendung.

“Kabupaten Bogor juga memiliki empat rumah sakit daerah yang bisa dimanfaatkan. Intinya, demi warga Bogor semua fasilitas bisa dimanfaatkan,” tegasnya.

Meski begitu, Ade mengakui Kabupaten Bogor tidak memiliki banyak dokter untuk menangani pasien Covid-19. Saat ini, kata dia, jumlah tenaga medis di Bumi Tegar Beriman, sebanyak 2.239 orang.

Setidaknya, Pemkot Bogor sementara bisa memenuhi kebutuhan ruang isolasi terlebih dahulu. “Untuk kekurangan tenaga medis, dipersiapkan bersama-sama dengan Pemkot Bogor. Kalau ruangan tidak ada, malah lebih repot. Kita akan bertukar pelayanan,” katanya.
(Bambang Supriyadi)