CISARUA TODAY – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan diberi gelar sebagai Bapak Kopi Kabupaten Bogor oleh 50 barista usai membuka acara Championship Brewers 2019, Adu Nyiuh (Nyeduh) Kopi di Hotel Green Peak, Desa Kopo, Cisarua, Puncak Bogor.

“Kepeduliannya wakil bupati terhadap perkebunan kopi baik dari sisi ekonomis maupun objek wisata begitu besar. Menurut kami, Bapak Iwan layak dinobatkan menjadi Bapaknya Kopi Kabupaten Bogor,” ujar Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Budi Sulistyo.

Dia berharap, acara Adu Nyiuh Kopi ini terus dikembangkan hingga tingkat nasional, agar Bumi Tegar Beriman semakin dikenal memilikin kopi yang sangat nikmat rasanya.

“Saat ini Kabupaten Bogor terkenal akan ratusan objek wisata alamnya, dengan potensi tanaman kopi ini maka wisatawan juga tertarik datang ke kebun kopi dan meminum kopi asli Bogor, hingga jumlah wisatawan terus meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, dengan luas kebun kopi baik jenis Robusta maupun Arabika yang ada di Kabupaten Bogor membuat Pemerintah Kabupaten Bogor fokus mengembangkan kopi baik itu sebagai pendorong peningkatan pendapatan ekonomi rakyat maupun objek wisata.

“Kebun kopi kita luasnya mencapai 5.800 hektare dimana 250 hektarenya adalah kebun kopi Arabika. Kedepan Pemerintah Kabupaten Bogor tidak hanya mengadakan Adu Ninyuh Kopi tingkat Bogor Raya tapi juga akan mengadakan festival kopi yang tingkatnya nasional bahkan internasional,” tutur Iwan.

Tanaman kopi harus berfungsi didua sisi yaitu, sebagai pendorong pendapatan ekonomi masyarakat dan juga objek wisata, karena Pemkab Bogor memiliki akan buat paket wisata petualangan memetik kopi langsung dari kebunnya yang berada di pegunungan.

“Majunya kopi Bogor harus dibarengi dengan meningkatnya pendapatan petani kopi, lalu anak-anak muda akan dorong berusaha menjadi pengusaha kedai kopi dan yang terakhir kita akan buat paket wisata adventure memetik kopi di kebunnya  yang berada di atas gunung baik di wilayah Sukamakmur, Babakan Madang, Cisarua maupun kecamatan lainnya yang berada di kaki Gunung Salak Endah,” terangnya.

Menurut Iwan, Kopi Bogor bisa diekspor ke benua lainnya dan bersaing dengan kopi Vietnam. “Kopi Bogor harus ditingkatkan kualitas dan produksinya hingga membantu meningkatkan jumlah ekspor kopi Indonesia dan bisa bersaing dengan kopi Vietnam,” jelasnya.

Sebagai Informasi, Kopi Bogor sudah 3 tahun berturut-turut menjadi juara ditingkat nasional dan internasional. Permintaan eksport kopi Bogor jauh meningkat dimana ada permintaan ekspor dari Belanda agar bisa mengespor kopi sebanyak 200 ton. (Iman R Hakim)

loading...