allardyce-1Timnas Inggris memulai era baru bersama manajer anyar, Sam Allar­dyce. Pria berjuluk Big Sam itu pun bakal mencoba skuad The Three Lions bersenang-senang dengan sepakbola agar bisa mengeluarkan segala potensi terbaik, terutama usai terpuruk di Piala Dunia 2014 dan Euro 2016.

Oleh : RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Menurut Big Sam, mentalitas bersenang-senang dengan sepakbola harus dimil­iki setiap pemain. “Ikatan antarpemain sangat penting untuk menciptakan spirit tim yang bagus. Dan dengan itu, mereka bisa bersenang-senang saat bertanding di lapangan,” ungkap Big Sam dalam jumpa pers perta­manya sebagai manajer anyar The Three Lions di pusat latihan St George’s Park, Senin (25/7/2016) waktu se­tempat.

“Sepakbola harus dinikmati. Saya menikmati kari­er saya di sepakbola selama bertahun-tahun. Saat ini adalah puncak karier saya dan saya ingin menikmat­inya. Mengasuh pemain secara personal adalah aset terbesar saya,” tukasnya.

“Ini membantu pemain untuk bisa menikmati dirinya dan terus bermain lebih baik. Saya sudah menerapkannya di klub mana pun yang saya asuh dan itu berhasil,” imbuh manajer yang pernah menukangi Sunderland, West Ham United, Newcastle United, hingga Bolton Wanderers ini.

Namun, Allardyce belum mau memastikan kelang­sungan posisi Wayne Rooney sebagai kaptem tim. Al­lardyce lebih memilih menyesuaikan diri lebih dulu dengan situasi The Three Lions. “Masih terlalu dini membicarakan topik kapten tim nasional. Saya baru akan memutuskan setelah bertemu pemain dan staf untuk membicarakan pertandingan internasional Sep­tember nanti,” kata pelatih 61 tahun itu.

“Ini baru hari pertama saya bertemu semua orang. Saya harus beradaptasi lebih dulu. Saya ingin mendis­kusikan program latihan, terutama di aspek psikologis. Besarnya tekanan terhadap kepada para pemain harus ditelaah.

Menurut Allardyce, dia ingin memastikan semua pemainnya tetap fit selama membela Inggris dan kembali ke klub tanpa cedera. “Saya akan berusaha sebaiknya mengembalikan pemain ke klub dalam kondisi terbaik. Fasilitas dan staf yang kami punya bisa melakukannya. Kami akan mencoba menjaga kondisi pemain untuk pertandingan internasional dan kembali ke klub masing-masing,” tutur Allardyce.

Allardyce ditunjuk sebagai pelatih Inggris menggantikan Roy Hodgson yang pergi setelah kontraknya habis dan Inggris tersisih dari Piala Eropa 2016. Di Sunderland, posisi Allardyce akan digan­tikan oleh David Moyes.

Posisi Rooney Tergantung Mourinho, Rooney bertransformasi dari penyerang menjadi gelandang di musim lalu. Rooney pertama kali dipasang sebagai gelandang pada bulan April lalu oleh manajer Manchester United saat itu, Louis van Gaal.

Di timnas, pemain 30 tahun itu kemudian juga ditempatkan di posisi yang sama oleh Roy Hodgson di Piala Eropa 2016 lalu. Hasil­nya, Rooney hanya bikin satu gol sepanjang turnamen. Namun kini Rooney terindikasi akan kembali sebagai penyerang. Manajer baru MU, Jose Mourinho, sudah menyatakan kalau Rooney tak akan dimainkan sebagai gelandang.

Soal posisi main Rooney bersama The Three Lions, Allardyce akan menyesuaikan dengan di mana Mourinho menempatkan si pemain. Jika Mourinho tidak akan menempatkan Rooney sebagai gelandang, maka Allardyce akan melakukan hal yang sama.

“Saya pikir Jose akan menentukan di mana Rooney bermain. Karena jika Jose bilang dia tidak akan memainkannya sebagai ge­landang dan dia bermain di depan dan mencetak gol untuk Man­chester United, maka tidak akan ada gunanya membawanya ke timnas dan memainkannya sebagai gelandang,” ujar Allardyce seperti dikutip dari Guardian.

“Dia bisa memainkan peran itu karena dia sudah membukti­kannya untuk Manchester United. Tapi Anda harus bertanya: ‘Po­sisi apa yang benar-benar mereka ingin mainkan?’. Kadang Anda harus meminta kepada seorang pemain untuk tidak bermain di posisi yang mungkin mereka pilih dan mereka melakukannya demi keuntungan seluruh tim,” katanya.

Yakin Mampu Hadapi Tekanan

Menjadi manajer timnas Inggris bukanlah pekerjaan mudah. Na­mun, Allardyce yakin bisa mengatasi lewat segudang pengalaman­nya selama ini. Allardyce ditunjuk sebagai pengganti Roy Hodgson yang mundur usai kegagalan Inggris di Piala Eropa 2016 lalu. Saat itu The Three Lions disingkirkan Islandia di babak 16 besar.

Tak sedikit yang bertanya-tanya dengan keputusan FA menun­juk Allardyce sebagai pengganti Hodgson. Pasalnya kedua pelatih itu dianggap tak berbeda jauh atau bahkan lebih buruk Allardyce ketimbang Hodgson.

Apalagi, Allardyce tak pernah punya pencapaian di level ter­tinggi persepakbolaan Inggris dan hanya pernah melatih klub-klub kecil. Meski demikian, Allardyce tak mempermasalahkan itu.

Menurut Allardyce, dengan usianya yang menginjak 61 tahun itu, dia sudah sangat matang dan berpengalaman menghadapi tantangan yang ada di depannya termasuk membawa Inggris ber­prestasi.

“Saya ditempa selama bertahun-tahun. Saya di sini karena saya menginginkannya. Saya di sini karena saya butuh tantangan. Saya di sini karena saya cukup tangguh untuk menjalani pekerjaan itu. So bring it on, lads,” ujar Allardyce dalam sesi konferensi pers per­tamanya sebagai manajer Inggris. (*/Net)

 

loading...