Untitled-3SALAH satu pilar utama ajaran Islam adalah zakat. Zakat merupakan rukun Is­lam yang ketiga yang harus ditegakkan oleh setiap muslim yang telah mampu. Rasulullah bersabda :”Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak ada tuhan ke­cuali Allah dan ber­saksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan shaum di bulan Ra­madan.” (Muttafaq alaih)

Menurut definisinya, zakat adalah sebutan dari suatu hak Allah yang dike­luarkan seseorang kepada fakir miskin. Di mana arti asalnya, zakat berarti tum­buh suci dan berkah. Hal ini sesuai den­gan firman Allah : “Ambillah zakat dari harta benda mereka, yang akan mem­bersihkan dan menyucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)

Zakat ini diwajibkan atas orang mus­lim yang telah memiliki harta yang sudah mencapai nisab (jumlah minimal harta yang dimiliki) dengan syarat-syarat ter­tentu. Jika telah memiliki kemampuan untuk berzakat tapi tidak menunaikan­nya maka dia berdosa dan diancam den­gan azab yang sangat pedih.

Firman Allah: “Dan janganlah seka­li-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mer­eka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari ki­amat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahat­eliti terhadap apa yang kamu kerjakan. “ (QS. Ali Imran: 180)

Zakat itulah terbagi menjadi dua, yaitu zakat harta (mal) dan zakat fitri. Zakat harta adalah zakat yang dike­luarkan dari harta tertentu dengan per­syaratan tertentu yang diberikan kepa­da yang berhak (mustahiq), sedangkan zakat fitri adalah zakat berupa makanan pokok orang yang berzakat, yang dike­luarkan di akhir bulan Ramadan kepada fakir dan miskin.

Terdapat banyak sekali faedah dan manfaat dengan menunaikan zakat ini, baik zakat mal maupun zakat fitri. Di antara faedah dan manfaatnya yaitu dapat membersihkan jiwa yang ber­zakat dari sifat kotor seperti kikir dan rakus, membantu orang miskin dalam menutup kebutuhannya yang berada dalam kesulitan, membatasi kekayaan agar tidak hanya berputar di tangan orang-orang kaya saja, dan menegak­kan kemaslahatan-kemaslahatan umum lainnya dalam masyarakat Islam.

Khususnya zakat fitri, adalah zakat yang diberikan di akhir Ramadhan ke­pada fakir dan miskin agar kebutuhan mereka di hari raya Idul Fitri dapat ter­penuhi. Dengan harta yang mereka peroleh, maka tidak ada lagi di antara saudara kita yang kurang mampu tidak dapat merasakan kegembiraan di hari raya Idul Fitri . Wallahu a’lam.

loading...