Untitled-4

LAGA final Coppa Italia akan dipercepat setelah Juventus dipastikan melaju ke pertandingan puncak Liga Champions. Si Nyonya Tua akan menghadapi Biancocelesti di final Coppa Italia pada tanggal 20 Mei mendatang, dimajukan dari jadwal sebelumnya 7 Juni

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Keputusan ini dibuat karena Juve berhasil masuk ke final Liga Champions yang akan dimainkan di Berlin pada tanggal Sabtu (6/6/2015). Lega Serie A memberikan dukungan dan memutuskan bahwa jika Juventus mencapai Final Liga Champions, maka final Coppa Italia akan dipercepat menjadi pekan depan.

Juve memastikan lolos ke final Liga Champions dini hari tadi setelah bermain imbang 1-1 melawan Real Madrid di leg kedua. Mereka lolos dengan agregat 3-2 karena menang 2-1 di leg pertama. Majunya jadwal final Coppa Italia tentunya menguntungkan bagi Juve. Pasalnya mereka bisa fokus untuk menjalani laga final Liga Champions. Sementara bagi Lazio berubahnya jadwal ini merupakan kerugian. Pasalnya pasukan biru langit akan memainkan laga Derby Roma Minggu (24/5/2015) atau empat hari berselang setelah final Coppa Italia. Putusan Lega Serie-A memajukan jadwal final Coppa Italia dari Minggu (7/6/2015) menjadi Rabu (20/5/2015) membuat kubu Lazio meradang. Pelatih Stefano Pioli menilai perubahan jadwal itu akan menguntungkan Juventus yang menjadi lawan pada laga puncak. Perubahan jadwal final Coppa Italia oleh Lega terkait dengan kepastian Juventus lolos ke final Liga Champions. Lantaran final Liga Champions berlangsung 6 Juni, sangatlah mustahil bagi Juventus bermain di final Coppa Italia keesokan harinya. Mereka pun memutuskan memajukan jadwal final menjadi Rabu (20/5/2015) depan. Jadwal baru itulah yang membuat kubu Lazio meradang. “Kami sebenarnya sudah menyiapkan diri untuk mengakhiri musim pada 7 Juni. Namun, lantaran Juventus ke final Liga Champions, jadwal kami pun ikut berubah. Juventus jelas lebih diuntungkan dengan perubahan jadwal ini. Mereka sudah memastikan diri menjadi juara liga. Sementara kami, masih harus berjuang pada laga sisa,” keluh Pioli. Keluhan Pioli itu beralasan. Bagi Lazio, pelaksanaan final Coppa Italia itu mengapit dua pertandingan penting melawan Sampdoria (16/5/2015) dan AS Roma (24/5/2015). Sampdoria punya hasrat besar meraih kemenangan demi mendapatkan tiket ke Liga Europa. Sementara pertandingan melawan Roma, akan menjadi ajang penentuan posisi kedua klasemen alias tiket otomatis ke fase grup Liga Champions musim depan. Saat ini, Lazio yang mengoleksi 63 poin, berada di posisi ketiga tertinggal satu angka dari Roma. Posisi Lazio di 3 besar bisa dikatakan rawan karena Napoli menguntitnya dengan selisih hanya tiga poin. Kegagalan merebut poin penuh pada laga melawan Sampdoria dan Roma karena terganggu final Coppa Italia, bisa membuyarkan ambisi Lazio tampil di Liga Champions musim depan. Andaipun gagal mendulang poin penuh pada laga melawan Sampdoria dan Roma, Lazio punya kesempatan untuk tetap finis di posisi tiga besar saat melawan Napoli pada laga pamungkas (31/5/2015). Sial bagi Lazio, pertandingan tersebut dilangsungkan di Stadion San Paolo, kandang Napoli yang dikenal angker bagi tim tamu. Kendati demikian, Pioli mengaku siap agar bisa memenuhi ambisi finis di tiga besar sekaligus merebut tiket Liga Champions. Tampil di Liga Champions menjadi harapan Pioli, para pemain, juga suporter Lazio. Kali terakhir klub tersebut tampil di kompetisi antarklub terelite Eropa itu terjadi pada 2007-2008. “Lima belas hari ke depan akan menentukan. Kami akan puas andai pada 31 Mei nanti bisa meraih pencapaian maksimum,” tutup Pioli.