lurah-rika-(3)

MENDENGAR Panaragan, publik di Kota Bogor tentu langsung mengarah pada sen­tra kuliner dan jajanan. Yah, kelurahan yang diapit tiga sungai dan berada di jantung Kota Bogor itu memang sur­ganya kuliner di malam hari. Memiliki luas 30 hektare, Pan­aragan menyimpan segudang potensi.

Adalah Rika Riana Riska Dewi. Lurah Panaragan ini memang sudah berpen­galaman menjadi peja­bat wilayah. Pun baru empat bulan mengga­wangi Panaragan, na­mun Rika hafal betul bagaimana memoles potensi wilayah.

Pengalamannya mengga­wangi Tanahsareal menjadi modal penting baginya untuk memajukan Panaragan. Tak heran jika Rika berhasil me­nyabet penghar­gaan k i n e r j a Ke­lurahan terbaik ke dua se-Kota B o go r t a ­hun ini.

Kepada wartawan koran ini, Rika bertutur, ia berkomit­men ingin menata dan mem­percantik kawasan Panaragan, terutama di sektor kebersihan.

“Saya telah membuat ge­brakan, dengan membersih­kan tepi Sungai Cisadane. Dan akan saya lakukan terobosan untuk membuat bank sam­pah,” ujarnya.

Rika juga mengakui jika masalah terbesar di Panara­gan adalah soal kesenjagangan antar warga. “Ya, solusinya saya harus turun setiap hari. Merapatkan barisan, agar ti­dak ada kecemburuan sosial,” kata dia.

Soal potensi ekonomi, di Panaragan terdapat Roti Amir dan makanan tradisional ‘combro’, yang produknya su­dah dicicipi lidah segala pen­juru Bogor.

“Menjelang Hari Jadi Bo­gor (HJB), kami akan bebersih di sepanjang Jalan Veteran lalu dilanjut pengobatan gratis un­tuk kalangan lanjut usia,” tu­tupnya.

(Rizky Dewantara)