Untitled-2JAKARTA, Today — Perusa­haan pelat merah PT PP Properti Tbk (PPRO) mengincar marketing sales Rp 2 triliun hingga akhir tahun ini, naik 58% dibandingkan realisasi pada tahun lalu Rp 1,3 triliun.

Hal ini didukung oleh positifnya hasil pemasaran dalam sembilan bulan tera­khir. Hingga kuartal III-2015, pendapatan prapenjualan (marketing sales) perseroan mencapai Rp 1,2 triliun, atau naik 45% secara year-on-year. Pada tahun depan, marketing sales ditargetkan Rp 2,6 triliun.

Emiten berkode saham PPRO ini juga memproyeksi­kan laba bersih pada tahun ini menyentuh Rp 302 miliar, melonjak 185% dibandingkan dengan tahun lalu Rp 106 miliar.

“Peningkatan drastis laba bersih kami tidak lepas dari keberhasilan penjualan produk-produk berkualitas kami yang diterima dengan baik oleh konsumen,” kata Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat, di acara Inves­tor Summit, Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Pendapatan perseroan di­topang oleh penjualan apar­temen khususnya di Grand Kamala Lagoon dan Grand Sungkono Lagoon, yang merupakan dua proyek utama dari 11 mega proyek yang tengah dikembangkan PPRO.

Emiten properti yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Mei 2015 ini fokus mengembangkan proyek yang terbagi atas tiga segmen por­tofolio, yakni mulai dari residensial, komersial, dan hos­pitality.

Sementara pendapatan perseroan ditopang oleh tiga segmen. Segmen pertama adalah developer, di mana PPRO saat ini tengah mengem­bangkan 8 proyek yang dapat memberikan kontribusi prapenjualan perseroan.

Dia menjelaskan superblok Grand Kamala Lagoon yang berlokasi di Bekasi dan dibangun di atas lahan seluas 28,2 hektare dan Grand Sungkono Lagoon, Surabaya seluas 3,5 hektare merupakan proyek andalan perseroan di segmen developer.

Superblok Grand Kamala Lagoon (GKL) merupakan landmark project PP Properti saat ini dan diperkirakan akan berkontribusi Rp 100 triliun hingga tahun 2035 menda­tang, sekaligus penyokong utama kinerja perseroan.

PP Properti telah me­luncurkan dua tower aparte­men di Grand Kamala Lagoon yakni Tower Emerald dan Tower Barclay. Tower Emerald akan dibangun setinggi 44 lantai dan menampung 1.688 unit apartemen.

“Tower tersebut dibangun pada tahun lalu dan sejak per­tama kali diperkenalkan ke­pada pasar telah ludes terjual (sold out) pada awal tahun ini,” paparnya.

Tower Barclay Grand Ka­mala Lagoon merupakan menara kedua dan juga akan dibangun setinggi 44 lantai se­hingga mampu menampung 2.028 unit apartemen dan mulai dipasarkan pada awal tahun ini. Tower ini telah ter­jual 45%.

PPRO juga membangun Ka­mala Bridge, jembatan yang membentang di atas jalan tol Cikampek sebagai landmark yang langsung menghubung­kan akses utama menuju ka­wasan proyek.

Taufik menambahkan proyek dengan kontribusi terbesar kedua adalah super­blok Grand Sungkono Lagoon, Surabaya yang di proyeksikan mengumpulkan pendapatan hingga Rp 8 triliun.

Tower pertama di proyek ini, yaitu The Venetian, me­miliki 508 unit apartemen dan telah habis terserap. Se­mentara itu, tower kedua The Caspian terdiri dari 560 unit apartemen.

Sedangkan Grand Dharma­husada Lagoon, Surabaya ada­lah kawasan mixed used yang terletak di daerah strategis di Surabaya berdekatan den­gan Universitas Airlangga dan ITS, Rumah Sakit Haji Sura­baya dan pusat perbelanjaan Galaxy Mall. Kawasan yang menempati area seluas 4,2 ha tersebut ditargetkan meraup pendapatan sebesar Rp 10 triliun.

Sementara itu, di segmen properti, kontribusi prapen­jualan dikontribusikan oleh Mall KAZA City, Park Hotel, dan produk properti lainnya.

Sedangkan di segmen KSO-Developer, PPRO menjalin kerja sama operasi (joint op­eration) dengan mitra strat­egis untuk pengembangan sejumlah proyek, antara lain Apartemen Paladian Park, Ke­lapa Gading.

(Alfian M|dtc)