CIBINONG TODAY – Gurandil atau penambang ilegal disebut sebagai salah satu penyebab terjadinya bencana longsor di wilayah Barat Kabupaten Bogor.

Saat kunjungannya ke Bogor beberapa waktu lalu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan, kerusakan hutan akibat penebangan dan penambangan liar menggerus ketahanan lokasi di wilayah tersebut.

“Dari luas sekitar 87 ribu hektar di kawasan hutan lindung di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), sekitar 15 ribu hektarnya sudah terbuka akibat hutan ilegal dan penambangan liar,” kata Siti.

Hal itu pun juga diakui Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan. Menurutnya, akibat aktifiras tersebut, banyak lubang atau rongga tanah yang membentang. Sehingga tanah di wilayah terdampak bencana di Barat Kabupaten Bogor terbilang labil.

“Tanah di empat kecamatan yaitu Nanggung, Jasinga, Sukajaya dan Cigudeg itu labil karena banyak lubang tambang ilegal yang akhirnya air tidak terserap dengan baik. Sehingga menyebabkan banjir juga longsor,” kata Iwan.

Selain itu, Iwan menyebut pemanfaatan lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik Perhutani juga tidak maksimal.

“Harusnya itu bisa dimanfaatkan. Bisa ditanami pohon keras atau pohon lainnya agar air bisa terserap dengan baik,” jelas Iwan. (Firdaus)