Home Bisnis Today Gurihnya Laba Tahu Bulat Digoreng Dadakan

Gurihnya Laba Tahu Bulat Digoreng Dadakan

0
348

Untitled-18Beberapa bulan terakhir ini, tahu bulat menjadi jajanan yang populer di Bandung. Penjual­nya yang berkeliling dengan mobil khusus, menyebar di tempat keramaian hingga masuk perumahan. Selain di Bandung, penjualnya menye­bar hingga ke Bogor dan beber­apa kota di Jawa Tengah serta Jawa Timur.

Tahu bulat merupakan olahan berbahan utama tahu putih yang dibentuk menjadi bulat, umumnya tanpa isi atau kopong. Penjualnya menyaji­kan tahu bulat hangat dengan cara digoreng di wajan bermin­yak panas. Proses itu dilakukan di atas bak mobil beratap terpal plastik.

“Sehari rata-rata menjual tahu bulat bermobil di Bandung, Suryana, kemarin. jual 2.000 tahu,” kata seorang Tahu goreng panas yang kemudian diberi bumbu bubuk sesuai selera konsumen itu dijual dengan harga berbeda. Per buah seharga Rp 500, dan tahu bulat ukuran jumbo Rp 2.000 per tiga buah. Menurut Suryana, daya tahan tahu bulat mentah hanya sehari sebelum berubah rasa menjadi asam. ­

Untuk menarik minat pembeli, penjualnya memasang pelantang suara di atas kap mobil pick-up. Bu­nyinya kadang hasil rekaman nyany­ian tentang tahu bulat, atau suara penjualnya yang menjajakan sambil mobil berkeliling. “Kalau kami bi­asanya berjualan dari pagi sampai sore pulang,” ujarnya. Penjual lain ada yang berkeliling sampai malam hari.

Menurut Suryana, penjual tahu bulat merupakan kelompok dari beberapa pemilik yang menyebar. Di kelompoknya yang beroperasi di wilayah timur Bandung, terdiri dari 10 armada mobil. Pemiliknya, Soleh mengatakan, total ada sekitar 30 armada tahu bulat yang tersebar di Bogor, Sentul, Jonggol, Cileung­si, Sukabumi, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, hingga Wono­sobo.

Soleh mulai berjualan sejak 2011 di Cilacap dan merintis den­gan mobil keliling di Bandung pada 2012. Belakangan penjual­nya yang kebanyakan asal Ciamis bertambah banyak. “Pabrik tahu bulat sekarang ada lebih dari 10, agennya lebih dari 50 di Ciamis,” ujarnya. Meskipun persaingan semakin ketat, kata Soleh, pen­jualan tahu bulat masih stabil karena peminatnya juga bertam­bah banyak.(Yuska Apitya/dtk)