Opini-2-Heru

Oleh: HERU BUDI SETYAWAN
Pemerhati Pendidikan

Guru adalah sebuah profesi. Artinya guru dalam menjalankan profesinya harus mempunyai kompen­tensi dan sikap professional. Apa itu kompetensi? Kompetensi adalah seperangkat pengeta­huan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Lalu, apa itu profesional? Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang di­lakukan oleh seseorang dan men­jadi sumber penghasilan kehidu­pan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlu­kan pendidikan profesi.

Kemudian apa yang dimak­sud dengan pengertian guru in­spiratif, menurut buku Aplikasi Ilmu Psikologi Positif, guru in­spiratif adalah guru yang mem­berikan stimulasi mental kepada murid-muridnya. Sedang menu­rut penulis guru inspiratif adalah guru atau siapa saja (selain guru formal) yang punya kelebihan, dan kelebihan tersebut dapat memberi inspirasi pada peserta didik dan masyarakat serta inspi­rasi tersebut dipraktekkan pada kehidupan sehari-hari. Pendapat penulis ini bukan berdasarkan teori yang muluk-muluk, tetapi berdasarkan pengalaman yang penulis rasakan sendiri sewaktu dulu menjadi peserta didik, ma­hasiswa dan sekarang setelah menjadi guru di SMA Pesat Kota Bogor.

Jadi guru inspiratif itu tidak harus seorang guru formal, sia­pa saja bisa jadi guru inspiratif asal orang ini bisa menginspirasi orang lain dan inspirasi terse­but dipratekkan pada kehidu­pan sehari-hari. Guru inspiratif ini bisa jadi seorang pengusaha, seniman, selebritis, olahraga­wan, komedian, ustadz, nelayan, petani, buruh pabrik, penjual bakso, manager, konsultan, staf ahli, ibu rumah tangga, pres­iden, sopir taksi bahkan seorang preman yang sudah tobat dan menjadi hamba yang soleh. Saya nilai lebih sederhana, aplikatif dan merupakan kisah nyata yang saya alami sendiri atau dialami oleh orang lain, tanpa lari dari prinsip-prinsip pendidikan. Dan pendapat penulis ini sesuai den­gan pendapat Menteri Pendidi­kan dan Kebudayaan Anies Bas­wedan. Beliau mengungkapkan keinginannya agar semua orang di republik ini menjadi guru. “Se­cara konstitusional, mendidik adalah tanggung jawab negara. Tetapi secara moral, mendidik adalah tanggung jawab orang ter­didik,” kata dia.

Karena itu, Anies ingin kalan­gan profesional juga membantu sekolah dan guru. “Makanya saya mengundang Addie M.S. untuk menjadi konduktor hari ini. Ter­lihat guru dan murid yang hadir antusias sekali. Bayangkan kalau hal yang sama diterapkan di seko­lah seluruh Indonesia. Bagaima­na bersemangatnya murid-murid kita mempelajari berbagai pe­kerjaan yang mungkin jadi masa depan mereka, teruslah menjadi inspirasi bagi kami, murid-murid Anda,” kata Anies.

Guru inspiratif bukanlah guru yang super hebat, tapi pu­nya satu atau dua kelebihan yang dimiliknya, serta kelebihan tersebut bisa menginspirasi dan dipraktekkan pada kehidupan sehari-hari oleh peserta didik dan masyarakat. Untuk jadi guru in­spiratif, sudah barang tentu guru ini sudah istiqomah dengan kele­bihannya. Untuk jadi guru inspi­ratif juga dibutuhkan kesabaran, ketekunan dan kedisiplinan, se­hingga guru inspiratif ini menjadi pribadi yang luar biasa dan layak kita tiru kelebihannya.Dan inilah contoh-contoh guru inspiratif yang saya alami dan yang saya lihat.

Guru inspiratif sabar dan penuh kasih sayang bagi saya adalah Ibu Hj. Siti Soelecha­tun, ibu kandung saya sendiri. Bagaimana tidak sabar, beliau mengurus dan mendidik delapan buah hatinya termasuk saya. Be­liau juga sudah istiqomah melak­sanaklan solat tahajud, dari saya kecil sampai sekarang beliau ti­dak pernah berkata kasar terha­dap buah hatinya dan kepada sia­pa saja. Dan yang membuat saya tambah terkagum-kagum kepada ibu saya adalah ibu saya selalu puasa dari dulu sampai sekarang untuk memperingati hari kelahi­ran kalender Jawa anak-anaknya.

Misalnya hari kelahiran kal­ender Jawa saya adalah rabu legi, maka ibu saya puasa pada hari rabu legi. Meski puasa ini tidak sesuai dengan Sunnah Rosul, tapi saya tidak berani menegurnya, karena beliau pernah bilang, ”Saya puasa pada hari kelahi­ran anak saya, karena rasa kasih sayang saya yang luar biasa ter­hadap anak-anak saya dan agar anak-anak saya sukses serta ba­hagia dunia akhirat,” ujar beliau sewaktu saya tanya mengapa ibu puasa pada hari kelahiran anak-anaknya. Saya semakin kagum dan bangga dengan ibu saya yang sangat besar perhatian dan cintanya sama anak-anaknya, Ya Allah, sehatkan dan panjangkan umurnya, Aamiin.

Guru disiplin hidup dan tertib menulis catatan harian bagi saya adalah Kapten.Purn. Kasmiran Judianto, bapak kandung saya sendiri. Beliau sangat disiplin dan tertib dalam hidup ini sesuai den­gan aturan dan kebiasaan di TNI. Beliau selalu menaruh semua barang dengan rapi dan bersih. Beliau selalu merapikan barang yang berserakan, selalu mengklip koran, melipat dan meletakkan dengan rapi setelah dibaca. Dan yang luar biasa dari beliau adalah mencatat semua kejadian pent­ing yang dialami dia dan keluar­ganya. Saya membaca buku har­ian bapak saya ini begitu lengkap dan tercatat dengan rapi setelah beliau dipanggil oleh Allah pada Oktober 1992. Semua kejadian penting yang dialami keluarga di­catat dengan tangannya.

Guru inspiratif sebagai guru sejati bagi saya adalah Ibu Ro­chamatun, bidadariku, istri saya, karena beliau selama ini yang mendidik dan mengajar dua buah hati saya. Bukankah ke­luarga adalah sekolah pertama dan utama, semoga buah hatiku menjadi anak-anak yang solehah, Aamiin. Sementara saya jarang mendidik buah hati saya, karena sudah kecapaian seharian beker­ja, semoga Allah mengampuni dosa saya. Aamiin.

Guru inspiratif yang mengua­sai materi bagi saya adalah Bapak Andreas, guru IPS-Sejarah SMP Adi Sucipto Kabupaten Blora dan Bapak Suharto, guru Fisika SMAN I Kabupaten Blora. Kedua guru saya ini kalau mengajar ti­dak pernah bawa dan buka buku. Dengan kata lain, beliau hafal materi di luar kepala. Saya jadi terkagum-kagum ketika beliau sedang mengajar, seperti buku berjalan, meskipun untuk jaman sekarang seorang guru harus membawa buku dan peralatan administrasi lainnya.

Guru inspiratif bijaksana, tegas dan berwibawa bagi saya adalah Bapak Misgiyanto, guru Matematika SMAN I Kabupaten Blora. Beliau terkenal killer di mata anak didiknya. Maklum be­liau adalah pembina siswa, tapi suatu saat juga bisa bertindak bijaksana. Hal ini terbukti, ke­tika saya ketangkap basah mero­kok sewaktu study tour di pulau Dewata, dengan santunnya dan lemah lembut Pak Misgiyanto bilang kepada saya,”Heru kamu kalau merokok jangan terlalu demontratif ya,” tuturnya. Tidak seperti biasanya, berwajah san­gar dan siap menerkam. Saya jadi terkesima dan tambah hormat pada beliau.

Guru inspiratif puasa rama­dhan saya adalah bapak Oden, beliau adalah tetangga saya yang berjualan bakso. Apa kelebihan dari Pak Oden ini? Sudah lima tahun ini, Pak Oden selalu libur tidak jualan bakso selama bulan suci ramadhan, agar kusyu men­jalankan ibadah puasa. Beliau beralasan, sudah sebelas bulan bekerja berjualan bakso, karena itu pada bulan suci ramadhan dia libur satu bulan penuh agar kusyu menjalankan ibadah puasa. Ja­rang ada orang seperti Pak Oden, kebanyakan kita mempersiapkan dan melaksanakan ibadah puasa ala kadarnya, tidak ada persia­pan ilmu dan rasa berkorban seperti Pak Oden ini. Harusnya kita malu sama Pak Oden, meski hanya sebagai penjual bakso, tapi cukup bekerja 11 bulan dalam se­tahun dan yang sebulan hanya untuk ibadah pada Allah. Semen­tara banyak orang kaya merasa kurang bekerja 12 bulan dalam setahun. Boro-boro memikirkan ibadah dan meluangkan waktu untuk ibadah meski hanya satu hari, apalagi sebulan. Luar biasa kelebihan Pak Oden. Semoga suatu saat Pak Oden menjadi bos­nya tukang bakso, Aamiin.

Guru inspiratif perencanaan solat berjamaah saya adalah Ustadz Rohmad. Beliau selalu merencanakan tiap hari untuk solat berjamaah di masjid mana? Suatu saat beliau pernah bilang pada saya,”Setiap hari saya se­lalu merencanakan untuk solat berjamaah di masjid mana, ter­masuk sewaktu saya harus tugas luar kota,” ujarnya .Saya meni­lai beliau adalah seorang hamba yang hatinya sudah terpaut pada masjid.

Guru inspiratif religius saya adalah Ustadz Muhammad Ari­fin Ilham yang terkenal dengan dzikirnya, istiqomah dan tawadu. Pernah suatu kali saya mencium tangan Ustadz Muhammad Arifin Ilham, kemudian Ustadz Muham­mad Arifin Ilham gantian men­cium tangan saya,”Saya bertanya pada ustadz, mengapa ustadz gantian mencium tangan saya? Beliau menjawab, Pak Heru kan lebih tua daripada saya, serta Pak Heru kan seorang guru,” ujarnya. Beliau juga sangat mengamalkan 7 sunnah Rasul yaitu shalat taha­jud, membaca Al-Qur’an, solat berjamaah di masjid, jaga wudu, sedekah, shalat dhuha dan selalu berdzikir (istiqfar). Lalu, siapa guru inspiratif Anda? Semoga guru inspiratif yang luar biasa ini juga bisa menginspirasi para pembaca yang budiman. Jayalah indonesiaku. (*)