BOGOR TODAY – Pesantren kilat (Sanlat) di SMA Pesat tahun ini untuk ke dua kalinya kedatangan tamu istimewa dari Palestina yaitu, Syeikh Mahmoud Omar Muhammad Amer yang didatangkan oleh Yayasan Baitus Sa’adah Al Mukarromah (BASSAM).

Syeikh Mahmoud Omar Muhammad Amer sangat terharu dan tak henti – hentinya berucap syukur karena telah diterima kehadirannya plus sumbangan yang diberikan SMA Pesat berupa uang sebesar Rp 6.050.000.

Pada kesempatan itu, Syeikh Mahmoud Omar Muhammad Amer menjelaskan kondisi terkini di Palestina yang sungguh menprihatinkan. “Tetapi rakyat Palestina tetap semangat untuk hidup serta mempertahankan Masjidil Aqsa dari cengkeraman Israel,” tutur Syeikh.

Pelaksanaan Sanlat di SMA Pesat berlangsung selama dua hari, mulai Selasa 28 sampai Rabu 29 Mei 2019. “Kegiatan Sanlatnya mulai dari menghafal Al Qur’an metode Kauni, penampilan musik religi, make over dan peduli Palestina,” ujar Ketua pantia, Dewitita Agustiani.

Dewitita mengatakan, Sanlat tahun ini mengusung tema ‘Generasi Milenial Islami Keren dan Tetap Islami, Why Not’. Menurutnya, Sanlat dikemas milenial agar pas dengan dunia anak SMA saat ini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Pesat, Mukhti Baehaqi mengajak kepada peserta didik agar senantiasa bersyukur dengan kondisi Negara Indoneisa yang aman dan damai, jika dibandingkan dengan Palestina.

“Anak-anak SMA Pesat harusnya lebih giat belajar lagi dan tentunya harus berprestasi, sebagai wujud rasa syukur atas kondisi Indonesia yang nyaman ini,” kata Mukhti.

Dikesempatan yang sama, Pemerhati Pendidikan Kota Bogor, Heru B Setyawan mengatakan, yang menginspirasi dari rakyat Palestina adalah semangat Isy Kariman Aumut Syahidan (Hidup mulia atau mati syahid, red).

“Selain itu, semangat belajar anak-anak muda di sana sangat luar biasa, ditengah-tengah suasana perang, anak-anak muda ini tetap menghafal Al Qur’an,” imbuh Heru – sapaan akrabnya. (Iman R Hakim)

loading...