emas-naikJAKARTA, TODAY— Harga emas atau logam mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mendadak melon­jak tajam hingga Rp 29.000/gram. Lonjakan terse­but, membuat harga emas Antam dijual di harga Rp 610.000/gram.

Marketing Manager Antam Agung Kusumawardhana men­gungkapkan, lonjakan harga emas Antam tersebut tak lain imbas dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau yang dikenal sebagai Britain Exit alias Brexit.

“Ini terpengaruh melemahnya do­lar AS sejak adanya Brexit, Inggris ke­luar dari Uni Eropa,” ujarnya, Senin (27/6/2016).

Agung menjelaskan, melonjaknya harga emas Antam juga mengikuti nai­knya harga emas internasional. Pagi tadi, harga emas dunia di pasar spot tercatat USD 1.335 per troy ounce, naik sekitar USD 20 per troy ounce.

Saat ini, investor masih terus menunggu pergerakan harga emas dunia. Diperkirakan, harga emas ma­sih akan naik hingga mencapai USD 1.400 per troy ounce.

Terkait hal itu, banyak investor masih akan melakukan aksi jual untuk mencari keuntungan dari tingginya harga emas. “Ekspektasi banyak ke harga USD 1.400 troy ounce, mereka masih berharap naik, secara interna­sional harganya masih akan naik,” kata dia.

Tingginya harga emas Antam ini membuat masyarakat yang ban­yak menyimpan emas lebih memilih melepas atau menjual emas. “Lebih banyak yang jual emas daripada yang beli,” ujar Agung.

Selain karena Brexit, Agung men­gungkapkan, momen menjelang lebaran banyak dimanfaatkan masyarakat untuk menjual emas. Kebutuhan uang tunai menjelang Lebaran melonjak, menjual emas menjadi salah satu pilihan.

Saat ini, Agung menyebutkan, pembelian emas mulai berkurang. Bi­asanya, dalam sebulan, Antam mam­pu menjual sedikitnya 700 kg emas. Menjelang akhir bulan ini, baru ter­jual 397 kg emas. “Lebih banyak yang jual, kalau bulan ini turun pembelian­nya, banyak yang jual. Dari awal bu­lan sampai hari ini, pembelian baru 397 kg, biasanya sebulan total 700 kiloan,” sebut Agung.

Lesunya pembelian di pasar lokal, Agung mengungkapkan, pihaknya juga menjual emas ke berbagai negara lain seperti Singapura. “Dari 700 kg itu ada yang ekspor, jadi 50:50, lokal dan ekspor. Pasar lokal agak lesu, jadi lebih pilih ekspor, kebanyakan ke Sin­gapura,” imbuh Agung.

Agung juga menyebutkan, posisi harga emas Antam ini merupakan yang tertinggi dan pertama kalinya. “Harga Rp 610.000/gram pertama kali, iya betul,” katanya.

Agung menambahkan, harga emas Antam juga sempat menyentuh level Rp 608.000/gram pada Sabtu (25/6/2016). Namun, harga emas kem­bali naik terdorong penguatan harga emas internasional. “Sabtu itu harga emas Antam sempat Rp 608.000/gram. Hari ini naik lagi, karena harga emas spot naik,» kata dia.

Sementara itu, harga emas batan­gan di pasar internasional sudah mel­onjak 4,8% pada perdagangan akhir pekan lalu. Ini merupakan lonjakan harian tertingginya sejak Januari 2009. Kemarin, harga emas di pasar spot naik 1,5% ke USD 1.335,30 per ounce. Jika diakumulasi, harganya sudah naik 8% sejak Inggris memu­tuskan keluar dari Uni Eropa pekan lalu. “Dalam satu atau dua pekan ke depan, saya kira emas bisa melonjak hingga USD 1.400,” kata Pengamat Komoditas dari ANZ, Daniel Hynes, Senin (27/6/2016).

Sementara berdasarkan riset Mac­quarie, harga eas ini masih akan tinggi hingga kuartal III tahun ini sebagai im­bas dari Brexit. Harga emas baru akan turun di kuartal IV setelah ada kepas­tian Pemilu Amerika Serikat (AS) dan keputusan The Federal Reserve (The Fed) soal suku bunga.

(Yuska Apitya Aji

loading...