Untitled-1TANGERANG, Today – Banyak produsen otomo­tif yang ada di Indonesia terpukul akibat nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) yang tinggi terhadap rupiah. Dampaknya, mereka mau tidak mau ha­rus kembali menaikkan harga jual mobilnya, khu­susnya produsen yang menjual mobil impor atau Completely Built-up (CBU).

Salah satu dari produsen yang terpukul adalah Lexus. Merek mewah dari Toyota ini berencana untuk menaikkan harga dalam waktu dekat. Terkereknya harga itu disebabkan dollar yang se­makin menguat terhadap rupiah.

“Mau tidak mau dengan kondisi seperti seka­rang ini kita akan menaikkan harga. Mungkin secepatnya, karena lama-lama subsidi yang di­berikan oleh prinsipal tidak bisa lagi menampung karena kondisi dollar AS saat ini semakin tinggi terhadap rupiah,” beber General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja, menjawab beberapa waktu lalu.

Adrian melanjutkan, meski kondisi pereko­nomian di Indonesia sedang tidak kondusif, tapi permintaan tetap tinggi. Terbukti, sampai saat ini sudah 250 orang yang mengantre model NX dan 150 model RX. Meski permintaan tinggi itu, subsidi yang diberikan prinsipal, tidak bisa membantu, karena melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

“Kalau sebanyak ini, prinsipal juga tidak mung­kin bisa menanganinya, mungkin kalau perminta­annya kecil misalnya 100 unit masih bisa. Jadi ter­paksa kita dalam waktu dekat ini akan menaikkan harga, beruntunglah orang-orang yang beli Lexus sebelum harganya naik nanti,” tutup Adrian.

(Adilla Prasetyo Wibowo)