Home Bogor Raya Hari Guru Momentum Menyedihkan Bagi Guru Honorer

Hari Guru Momentum Menyedihkan Bagi Guru Honorer

0
18

CIBINONG TODAY – Peringatan Hari Guru Nasional, harus menjadi momen pemerintah untuk berbenah diri. Utamanya dalam kesejahteraan tenaga guru pengajar.

Begitulah yang dikataka. Diky Nurhidayat, seorang guru honorer di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Menurut Diky, peringatan Hari Guru Nasional yang digelar setiap tahunnya tidak akan memberikan perubahan signifikan jika masih banyak tenaga guru yang belum terperhatikan dengan baik.

Diky menilai, guru menjadi garda terdepan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama bagi para generasi penerus. Sehingga, pemerintah perlu memberikan apresiasi yang pantas untuk tenaga pengajar tersebut.

“Tingkatkan lagi kesejahteraannya hingga merata. Utamanya pendapatan yang didapatkan dari BOS (Bantuan Operasional). Karena kalau Bos telat, maka gaji guru honor juga telat,” cetus Diky dihubungi wartawan.

Namun pria yang mengajar untuk kelas 4 di SDN Gunung Picung ini sedikit bisa bernafas lega, di antara teman-temannya yang lainnya. Sebab ia mendapatkan gaji tambahan di samping gaji pokok dari uang kesejahteraan pegawai atau Kespeg.

“Untuk honorer di sekolah saya, itu kisaran 600 ribuan. Dan kalau saya sudah dapat Kespeg,” kata Diky.

Namun di dalam momen peringatan Hari Guru Nasional yang diperingati pada Senin 25 November 2019, ini, pria 24 tahun itu mengharapkan adanya kejelasan status guru honor dengan apapun itu mekanismenya. Termasuk peningkatan kesejahteraannya yang merata.

“Kami ingin ada kejelan status guru honor. Kami ingin kesejahteraan yang kami dapatkan itu merata. Kami juga berharap semuanya berjalan dengan baik, terutama untuk para tenaga guru,” harap Diky. (Firdaus)