ti_326826_anies-baswedan-kunjungi-sdn-01-lebak-bulus_663_382KESAN pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda, begitu bunyi salah satu iklan pengharum badan di TV. Pesan iklan ini adalah bahwa penampilan pertama itu sangat penting dan menentukan keberhasilan pergaulan selanjutnya. Demikian juga pada dunia pendidikan yang insyaAllah pada hari senin tanggal 18 Juli 2016 ini merupakan hari pertama masuk sekolah tahun pelajaran 2016/2017 pada semua jenjang pendidikan baik dari SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Oleh: HERU BUDI SETYAWAN,S.PD.PKN
Pemerhati Pendidikan & Anggota Ikatan Guru Indonesia

Bagi peserta didik baru suka tidak suka harus berada 6 tahun di SD dan 3 tahun di SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA ada juga sekolah yang 4 tahun seperti Sekolah Menengah Analis Kim­ia. Maka pada hari pertama ma­suk sekolah harus menyenang­kan bagi calon peserta didik dan sekolah baru tersebut juga menyenangkan peserta didik sampai lulus nanti, karena ke­berhasilan peserta didik diawali dengan suasana yang menyenangkan di sekolah tersebut.

Apalagi bagi peserta didik sekolah baru ini bukan pilihan pertama, karena pilihan per­tama tidak diterima atau bukan pilihan peserta didik alias pili­han orang tua. Maka dibutuhan ekstra keras dari pihak sekolah untuk membuat senang dan bangga bagi peserta didik baru ini terhadap sekolahnya. Maka buang jauh-jauh sifat kontra produktif seperti adanya per­peloncoan, arogansi senioritas, arena balas dendam kakak kelas terhadap adik kelas, sifat jutek dan sifat jelek yang lain.

Agar hari pertama masuk sekolah bisa menyenangkan peserta didik baru, maka dibu­tuhkan kerjasama dan kekom­pakan semua stakeholders seko­lah untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, pasang poster selamat datang dengan latar belakang gambar calon peser­ta didik baru. Sewaktu PPDB (Pendaftaran Peserta Didik Baru) pihak sekolah bisa memil­ih beberapa calon peserta didik untuk diambil gambarnya. Agar kata-kata spanduk dan poster menarik serta bernilai edukatif maka buat kata-kata yang men­ginspirasi serta membuat calon peserta didik semakin bangga dengan sekolah barunya. Misal selamat datang para calon pe­mimpin bangsa, selamat datang di sekolah para juara, selamat datang di sekolah pencetak in­san berakhlak mulia dan lain-lain. Dengan catatan kata-kata tersebut harus sesuai dengan visi dan misi sekolah dan sesuai juga dengan prestasi serta icon sekolah tersebut.

Kedua, buat dinding sekolah berbicara dan bercerita tentang sekolah kita. Apa maksudnya? Pasang foto semua kegiatan dan prestasi peserta didik dan guru selama 3 tahun terakhir di tem­bok, tiang, perpustakaan, labo­ratorium, kantor, kantin dan kelas dan tempat strategis yang lain, pokoknya jangan ada ru­ang yang kosong tanpa kegiatan dan prestasi sekolah. Tembok saja bisa berbicara dan ber­cerita, maka para stakeholders sekolah yang terdiri dari guru, kasek, staf TU, satpam, laboran dan bagian kebersihan harus lebih ramah berbicara menyam­but kedatangan calon peserta didik baru dengan penuh suka cita.

Ketiga, buat tim kreatif. Tugas tim kreatif ini mencari semua informasi tentang calon peserta didik baru, bisa ulang tahunnya, hobynya, cita-citanya dan lain-lain. Berbekal dari data ini tim kreatif membuat acara kejutan yang semarak dan he­boh, tapi dalam batas-batas kewajaran serta tetap bernilai edukatif, karena ini di lembaga pendidikan.

Kejutan bisa berupa si calon peserta didik yang ulang tahun diberi hadiah, didatangkan orang tuanya atau idolanya jika memungkinkan. Didoakan dan jangan di kerjaain, seperti melempar dengan tepung atau telur yang sering dilakukan oleh anak muda selama ini.

Dengan membuat acara ke­jutan yang berkesan bagi calon peserta didik baru, maka calon peserta didik baru ini merasa diperhatikan dan disayang oleh kakak kelasnya. Nanti tahun de­pan gantian calon peserta didik baru ini akan membuat acara yang sama atau lebih baik lagi pada adik kelasnya.Tidak sep­erti sekarang biasanya kakak kelas balas dendam pada adik kelas, karena mereka juga diker­jaain oleh kakak kelasnya tahun yang lalu. Inilah lingkaran setan yang terjadi selama ini dan ini menjadi bibit-bibit kekerasan di sekolah, yang selanjutnya melestarikan tradisi tawuran di kalangan pelajar.

Dan Alhamdulillah bapak Mendikbud Anies Baswedan sudah paham akan masalah ini, yaitu dengan membatasi peran kakak kelas dan menambah per­an bapak serta ibu guru dalam kegiatan MOPDB (Masa Orien­tasi Peserta Didik Baru).

Keempat, semua stake­holders sekolah harus menjadi pelayan. Budaya kita, biasanya orang baru harus menghor­mati dan melayani orang lama, kanapa tidak kita balik saja, yaitu orang lama mengalah un­tuk menghormati dan melayani orang baru. Bukankah yang namanya orang baru pasti bin­gung dengan suasana baru? Maka orang lama harusnya yang lebih peka dan peduli terhadap orang baru, misal orang lama memberi salam terlebih dulu pada orang baru. Atau orang lama yang memberitahu tem­pat perpustakaan atau Masjid kepada orang baru yang kebin­gungan mencari tempat terse­but. Baiklah orang lama harus menyebarkan virus kebaikan 5 S (salam, senyum, sopan, sapa dan santun) sehingga calon peserta didik semakin senang dan bangga dengan sekolah ba­runya. Jayalah Indonesiaku.

 

loading...