Untitled-14BANDUNG, TODAY-Mengantisipasi di­palsukan lagi, tiket laga kandang Persib kemungkinan besar akan kembali men­jadi berbentuk gelang. General Coordina­tor Panpel Persib, Budhi Bram Rachman mengaku sudah membahas kemungki­nan tersebut.

Upaya itu kembali diterapkan Panpel Persib setelah ditetapkannya delapan tersangka pemalsuan tiket Persib-Persi­ja. “Kemarin kita sempat menyinggung tentang kemungkinan menggunakan tiket gelang lagi. Namun saat ini belum ada kepastian kapan rencana itu akan kembali diterapkan,” ujar Bram kepada wartawan, Senin (25/7/2016).

Kendati demikian, Bram memastikan, untuk laga kandang Persib kontra Persela Lamongan itu tidak akan memungkinkan karena waktu yang terbilang mepet.

Seperti di ketahui usai melakoni laga tandang kontra Semen Padang, anak asuh Djadjang Nurdjaman hanya me­miliki waktu tiga hari untuk melakukan persiapan kembali menghadapi Persela Lamongan, Jumat (29/7) nanti.

“Kalau untuk lawan Persela sepertinya tidak memungkinkan karena persiapannya yang sangat mepet. Mungkin untuk laga kandang Persib ke depannya kita sudah memakai tiket gelang lagi,” bebernya.

General Coordinator Panpel Persib, Budhi Bram Rachman, mengatakan, pada pertemuan yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Selasa (26/7/2016), yang juga di hadiri bobotoh dan perwakilan warga Gedebage, Wali Kota telah memberikan sinyal jika tim kebanggaan warga Jawa Barat ini masih bisa menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk laga ke- 12 Persib di Indonesia Soccer Champion­ship (ISC) 2016, Jumat mendatang.

“Kalau di pertemuan tadi sih pak Wali sudah memberikan sinyal Persib masih bisa main di GBLA. Panpel juga sudah mengajukan ijin pemakaian GBLA untuk pertandingan Jumat nanti. Untuk pros­esnya pun kita sudah mengajukan ijin ke kepolisan,” kata Bram saat dihubungi.

Sebelumnya Persib terancam tidak bisa menggunakan Stadion GBLA, karena kerusakan fasilitas yang terjadi usai laga Persib kontra Persija Jakarta.

Untuk pemakaian kembali GBL se­bagai home base Persib, tidak ada per­syaratan khusus yang diminta Ridwan Kamil. Hanya saja, tambah Bram, Emil meminta agar bobotoh maupun Panpel terus mengkampanyekan atau mengin­gatkan sesama bobotoh lainnya untuk tidak melakukan pengrusakan fasilitas stadion GBLA.

“Syarat dari pak Wali cuma minta kita, panpel sama bobotoh untuk terus mengkampanyekan dan mengingatkan bobotoh laiinya untuk menjaga fasilitas GBLA. Apalagi kan nantikan GBLA mau di pakai PON. Jadi pak Wali cuma berharap bobotoh bisa menjaga fasilitas yang ada di GBLA saja. Jangan sampai setelah lawan Persela ada kerusakan lagi,” te­gasnya. (Imam/net)

loading...