alfian mujani 240SYEKH Khalil bin Ahmad berkata, “Anda harus lebih bersemangat mempelajari apa yang telah ada dalam dirimu dibandingkan dengan apa yang ada dalam bukumu.” Faktanya, banyak orang lebih berse­mangat mencari tahu apa yang belum diketa­huinya namun melalai­kan apa yang telah dike­tahuinya. Orang seperti ini berkeyakinan bahwa ilmu adalah apa yang diketahui dan dibicarakan atau diperdebatkan, bukan sesuatu yang diketahui dan diamalkan.

Mencari dan membaca banyak buku itu baik. Namun membiarkan pengetahuan tanpa dimanfaatkan dalam amal nyata adalah sebuah aib yang bisa memicu arogansi dan kehancuran. Ilmu yang bermanfaat itu memiliki dampak positif nyata dalam kehidupan diri pemiliknya, dalam kehidupan orang lain dan lingkungannya.

Dalam buku “Khalishah al-Haqa’iq” dis­ebutkan empat tanda pemilik ilmu yang ber­manfaat. Pertama, antara dirinya dan Tuhan­nya ada rasa takut; Kedua, antara dirinya dan orang lain ada rasa cinta dan suka menolong; Ketiga, antara dirinya dengan batinnya sendiri ada kesabaran; dan Keempat, antara dirinya dan dunianya ada zuhud, yakni tidak tamak dan diperbudak dunia. (*)

loading...