PARA alim, cerdik pandai bilang bahwa ilmu itu bukanlah teks yang kita hafal atau ucapan-ucapan yang kita koleksi. Ilmu itu sesuatu yang kita pahami dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu seperti inilah yang menjadikan kita semakin takut kepada Allah dan takut menentang perintah-Nya.

 

Pemilik ilmu seperti itu disebut alim, bentuk jamaknya ulama. ‘’Bahwasanya yang takut kepada Allah dari hamba-hambaNya adalah ulama.’’ Takut kepada Allah dimaknai sebagai takut menomerduakan Allah dalam segala urusannya, takut untuk meremehkan aturan dan perintahNya serta berupaya untuk senantiasa mengagungkan Allah dan firman-firmanNya.

 

Tak usah terlalu gelisah jika kita tak hafal banyak dalil dan banyak kutipan. Tapi gelisahlah jika yang telah kita ketahui hanya jadi pajangan namun tak dilaksanakan dalam hidup keseharian. Tak usah terlalu sedih jika kita tak memiliki tumpukan buku dan kitab. Bersedihlah jika apa yang kita baca hanya dibanggakan ke sana kemari tanpa ada wujud konkret dalam dunia perilaku.

 

Saya teringat Ustadz Aning dan para guru hadits yang selalu mengingatkan para muridnya agar tak ragu-ragu mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari, sesedikit apapun ilmu itu. ‘’Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tak berbuah.’’ Tampak indah, menyejukkan namun tak banyak memberi manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

loading...