20120704105854072NEW DELHI TODAY– Banjir parah melanda wilayah India dan Nepal yang saling ber­batasan. Sedikitnya 58 orang tewas di Nepal dan lebih dari 1,6 juta warga terdampak ban­jir di India.

Disampaikan pejabat Kementerian Dalam Negeri Nepal, Yadav Koirala, sep­erti dilansir Reuters, Kamis (28/7/2016), bahwa sejumlah desa di wilayahnya dilanda banjir bandang yang diwarnai tanah longsor. Koirala menye­but sedikitnya 58 orang tewas dalam dua hari terakhir.

Koirala menyebut, lebih dari 2 ribu rumah hancur akibat bencana alam itu. Se­dangkan sekitar 20 orang dilaporkan hilang. Situasi di Nepal semakin parah den­gan robohnya jembatan Sun­gai Tinau di kota Butwal. Jembatan itu ambruk usai aliran sungai yang meluap, mengikis fondasi jembatan. Kantor prakiraan cuaca India memprediksi hujan deras ter­us mengguyur untuk 48 jam ke depan. Wilayah Assam yang dikenal sebagai area perkebu­nan teh, menjadi wilayah pal­ing terdampak banjir di India. Otoritas India menyebut ratu­san rumah terkubur longsor dan salah satu taman nasional nyaris tenggelam.

Banjir dan tanah long­sor tergolong biasa melanda wilayah India dan Nepal se­lama musim penghujan pada Juni-September. Setiap tahun­nya, jumlah korban tewas mencapai ratusan orang.

“Situasinya berubah dari buruk menjadi semakin bu­ruk sejak Selasa (26/7) dan lebih dari 1 juta orang di­evakuasi ke kamp pengung­sian,” terang Menteri Sum­ber Daya Air untuk wilayah Assam, Keshab Mahanta. Sungai Brahmaputra dan anak-anak sungainya meluap, dikhawatirkan akan berdam­pak pada separuh dari 32 distrik yang ada di sepanjang aliran sungai. Untuk wilayah Assam, polisi dan petugas pe­nyelamat setempat melapor­kan sedikitnya 12 orang tewas tenggelam, dalam beberapa hari terakhir.

Wilayah Assam memiliki lima taman nasional, termasuk Taman Nasional Kaziranga, yang merupakan rumah bagi dua pertiga populasi badak bercula satu di dunia. “Lebih dari 80 persen taman (nasi­onal) digenangi air,” sebut pe­jabat kehutanan setempat, Su­vasis Das.(Yuska Apitya/dtk)

loading...