Untitled-26BANDUNG, TODAY-Menghadapi tuan rumah Semen Padang yang dikenal sulit dikalahkan di kandang­nya, Persib Bandung mengharapkan efek positif dari kemenangan yang di­raih di kandang Persipura Jayapura.

Maung Bandung diketahui akan menjajal Semen Padang dalam laga lanjutan Indonesia Soccer Champi­onship (ISC) 2016 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, besok (hari ini,red).

Dengan persiapan yang ter­golong mepet karena Persib hanya memiliki dua hari untuk berlatih setelah menghadapi Persipura, pelatih Djajang Nurjaman berharap, anak asuhnya bisa kembali men­dulang poin di pertandingan ini. Namun Djanur mengakui bermain di kandang Semen Padang bukan perkara mudah.

Sejauh ini belum ada satu pun tim yang bisa menaklukkan Kabau Sirah di Stadion Haji Agus Salim. Tim mapan seperti Persipura dan Sriwijaya FC pun harus pulang dengan tangan hampa alias kalah.

Selain itu, statistik memperlihat­kan jika Kabau Sirah cukup produktif setiap bertanding di kandang sendi­ri. Dari total 13 gol yang mereka sa­rangkan hingga 11 pertandingan yang telah dijalani, 11 gol di antaranya diciptakan Semen Padang ketika ber­main di depan publik ranah Minang.

Bukti lain jika Kabau Sirah me­mang jago saat main di kandang bisa dilihat dari catatan kemenangan mereka sejauh ini yang semuanya diraih ketika bermain di Stadion Haji Agus Salim.

Kondisi berbanding terbalik dan kontras ketika melihat catatan tan­dang mereka yang hanya meraih dua kali seri dan empat kali kalah.

“Semen Padang memang cukup bagus, terutama di kandang. Mer­eka bisa mengalahkan Sriwijaya dan itu jadi perhatian buat kami. Tapi mudah-mudahan saja, keberhasilan kemarin di Jayapura menumbuhkan motivasi dalam diri pemain,” ungkap Pelatih Persib, Djajang Nurjaman.

Ia mengharapkan timnya dapat mengulang kesuksesan atas Persi­pura Jayapura saat bertemu Semen Padang Senin 25 Juli besok. Yakni menang atas tuan rumah.

Djajang mengatakan, catatan kurang baik timnya di Padang tidak berbeda seperti di Papua lalu. Maung Bandung selalu kesulitan meraih kemenangan di Bumi Andalas. La­watan terakhir Persib pada ISL 2014 lalu berakhir dengan kekalahan 1-3 di Stadion H. Agus Salim. “Kita kembali bertemu dengan lawan yang cukup berat. Tapi seperti halnya kita ber­tandang ke Persipura, kita berharap hal yang sama,” kata Djajang.

Djajang menegaskan, timnya akan tetap berjuang dan bekerja maksimal meskipun lawannya tang­guh saat tampil di Stadion H. Agus Salim, dan catatan minor timnya. Dia tidak mau melihat ke belakang. Namun, fokus menatap pertandingan ke depan. “Kami mencoba untuk melawannya. Artinya, salah satu­nya dengan cara melupakan statistik kami yang buruk selama ini. Kita ti­dak melihat ke belakang, kita mena­tap ke depan saja dan kami sudah siapkan strategi,” tutupnya.

Bomber Persib Tak Sesubur

Semen Padang

Sama seperti halnya tim Per­sipura Jayapura, pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman men­gatakan jika pemain depan Semen Padang sama berbahayanya. Ter­bukti lini depan tim Kabau Sirah produktif dengan 13 gol. Seluruh gol tersebut diciptakan oleh pe­main berposisi di bagian lini depan. Marcel Silva Sacramento 4 gol, Vendry Mofu 3 gol, M. Nur Iskandar 2 gol dan Irsyad Maulana 4 gol.

Djanur, sapaan akrab Djajang Nurjaman, sudah mengisyaratkan untuk waspada menghadapi empat pemain berposisi juru gedor tersebut.

Pertahanan yang tampaknya akan kembali diisi oleh Vladimir Vujovic-Yanto Basna menjadi palang pintu pertahanan yang menjadi an­dalan Djanur nanti.

“Sudah saya sampaikan kepada pemain banyak sekali pemain depan mereka (Semen Padang) produktif semua, Irsyad Maulana sudah 4 gol, strikernya (Marcel Silva Sacramento) sudah 4 gol dan Nur Iskandar su­dah 2 gol. Semua seperti halnya pe­main Persipura kemarin produktif semua,” beber Djanur.

Ia membandingkan dengan tim­nya yang sedang tumpul di lini depan. Bagaimana Serginho ‘Sergio’ van Dijk, Juan Carlos Belencoso masih belum mencetak gol dalam situasi open play. “Berbeda dengan pemain depan kami belum bisa cetak gol,” katanya.

Hingga saat ini top scorer Persib justru dihuni oleh pemain belakang, dialah Vladimir Vujovic dengan 3 gol. Disusul Tantan serta Robertino Pugliara dengan 2 gol. Kondisi terse­but memang menjadi peringatan untuk Djanur, bagaimana ia bisa mengembalikan taji striker berkuali­tasnya menjadi lumbung gol.

(Imam/net/ed:Mina)

loading...