CIBINONG TODAY – Pasca mencuatnya kasus tindak pidana korupsi dana desa 2018 yang dilakukan mantan Kepala Desa (kades) Tamansari, Kabupaten Bogor membuat Bupati Bogor, Ade Yasin geram.

Pasalnya, dana yang seharusnya untuk keperluan pembangunan jalan dari dana desa sebesar 500 juta rupiah tidak dimanfaatkan secara semestinya. Tersangka nekat membuat laporan fiktif dan mengambil uangnya untuk membeli rumah.

“Harus ada kehati-hatian untuk para kepala desa, supaya tidak ceroboh. karena satu rupiah pun uang negara pasti terpantau. Jadi jangan bermain-main lagi dengan dana desa,” tegas Ade Yasin, di Pendopo Bupati, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya, harus ada pengawasan yang lebih ekstra. Bahkan ia juga mengaku dalam waktu dekat berencana meluncurkan program satu miliar satu desa. Program tersebut sesuai dengan apa yang dijanjikan presiden Jokowi yakni membangun Indonesia dari pinggiran pada wilayah-wilayah pedesaan.

“Seperti apa yang kita sampaikan, ada program satu miliar satu desa dan nantinya ada tim pemantau khusus dari pemda dan juta melibatkan aparat. Sehingga semua pendanaa harus ada laporannya, kan di laporannya itu mana yang sehat, mana yang tidak sehat. Nah yang tidak sehat itu nanti mereka turun untuk mengaudit,” katanya.

Dengan begitu, ia pun berpesan agar terlatih untuk bertanggung jawab. Dan Bogor juga harus lebih bersih.

“Tahun ini diterapkan cashless (penggunaan bentuk pembayaran secara digital, red), jadi tidak ada lagi transaksi tunai semuanya melalui elektronik atau Bank. artinya kalau melalui Bank semuanya terlihat lebih atau kurang dan penggunaanya juga ketahuan. ini sudah mulai disosialisasikan dalam rangka zona integritas bebas korupsi,” tukasnya. (Bambang Supriyadi)

loading...