JAKARTA TODAY- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, investasi asal Eropa yang masuk ke Indonesia terus mengalami peningkatan. Dalam 5 tahun terakhir saja, investasi langsung investor Eropa ke Indonesia menembus US$ 13,3 miliar atau setara Rp 172,9 triliun.

Chairman European Business Chamber of Commerce in Indonesia, Ulf Eric Backlund, mengatakan para investor perusahaan maupun pengusaha asal Eropa masih melihat peluang investasi terbesar masih di Jawa Barat.

Letaknya yang strategis, dekat dengan Jakarta, dengan sejumlah kawasan industri jadi pertimbangan investor Eropa berinvestasi di provinsi tersebut.

“Sekarang masih Jawa Barat yang terbesar untuk kami. Karana dekat sekali dengan Jakarta, tanahnya masih luas, pertumbuhan bagus, dan sudah banyak perusahaan-perusahaan Eropa di sana,” kata Backlund ditemui di kantor BKPM, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Kendati demikian, menurut dia, setelah upaya pemerintah yang mencoba membangun dari pinggiran, menstimulus investor asing, termasuk dari Eropa melirik wilayah lain di luar Pulau Jawa untuk menanamkan modalnya.

“Pak Bambang (Menteri PPN/Bappenas) jelaskan pertumbuhan dan peluang yang besar di luar (Jawa). Kayak Sumatera dan Sulawesi, di sana ekonomi mulai tumbuh bagus dan pasarnya juga tumbuh,” jelas Backlund.

Diungkapkannya, saat ini ada kecenderungan sektor industri yang paling diminati oleh investor dari Benua Biru itu, yakni infrastruktur, manufaktur, dan pertanian.

“Tiga sektor yang paling diminati yaitu pertanian, manufaktur, dan infrastruktur. Infrastruktur termasuk juga energi (listrik). Para pengusaha kami punya pengalaman ahli dalam bidang energi dan tentunya energi baru terbarukan,” ujar Backlund.

Data BKPM, dari total investasi Eropa Rp 172,9 triliun di 5 tahun terakhir, mayoritas masih terpusat di Pulau Jawa. Lima besar investasi dari Eropa yang masuk ke Indonesia adalah dari Belanda, Inggris, Perancis, Luxembourg dan Jerman. (Yuska Apitya)

loading...