Home Health Care JANGAN BERI BAYI BANTAL SAAT TIDUR

JANGAN BERI BAYI BANTAL SAAT TIDUR

0
207

21.-Posisi-Tidur-Terbaik-BayiUmumnya orang dewasa biasanya tidak akan nyenyak tidur jika tanpa menggunakan bantal, namun ternyata tidak demikian dengan bayi. Bagi bayi ada tidaknya bantal tidak terlalu berpengaruh. Bayi bisa tetap tidur dengan pulas meskipun tidak menggunakan bantal. Walaupun demikian, beberapa ahli tidak merekomendasikan.

Oleh : Calviano Nathanael
[email protected]

Bayi yang baru lahir se­benarnya tidak dianjurkan menggunakan bantal. Bayi yang baru keluar dari kan­dungan ibu akan merasa nyaman tidur jika posisinya datar. Adanya larangan penggunaan bantal pada bayi dikarenakan bantal bisa me­ningkatkan risiko bayi kehabisan napas. Dikhawatirkan wajah bayi akan tertindih atau tertekan bantal padahal leher bayi belum cukup kuat untuk membalikkan wajah.

Bayi juga lebih sensitif terhadap debu, bulu, atau bahan lainnya yang menjadi perlengkapan tidur. Material-material yang tidak cocok dengan bayi bisa meningkatkan timbulnya reaksi alergi.

“Bayi yang berusia di bawah dua tahun tidak dianjurkan untuk menggunakan bantal, meskipun sudah terdapat dalam satu set per­lengkapan tidur. Ini disebabkan hal tersebut akan mengurangi ke­nyamanannya dan mengganggu waktu tidurnya,” ujar Judith Ow­ens, seorang ahli pediatric sleep.

Selain itu, anak usia tersebut belum terlalu membutuhkan du­kungan untuk menyokong kepal­anya dan yang lebih penting dapat menimbulkan risiko anak tercekik di bawah bantal. Sebagian besar penelitian juga menunjukkan bah­wa bantal biasanya bukan suatu barang yang harus digunakan oleh anak dibawah usia dua tahun.

Kendati demikian, sebaiknya orangtua mulai memperkenalkan bantal pada anaknya ketika sudah berusia di atas dua tahun. Namun jika anak dapat tidur nyenyak tanpa meng­gunakan bantal, orangtua tak perlu memaksanya dan bisa mulai mem­perkenalkannya secara bertahap.

Jika ingin mulai memperkenal­kan bantal, usahakan menggunak­an bantal khusus untuk bayi atau anak-anak dan bukan bantal orang dewasa. Karena bantal yang digu­nakan harus bisa menahan bayi sehingga mengurangi risiko ter­cekik. Bagi anak yang sensitif atau memiliki alergi tertentu, usahakan untuk menggunakan bantal yang non-alergi.

Selain memperhatikan usia si bayi, orangtua juga bisa melihat tanda-tanda lain yang menunjuk­kan bahwa anak sudah perlu ban­tal ketika tidur. Hal ini bisa dilihat dari perilaku anak yang harus ber­juang agar bisa tidur di tempat ti­dur datar atau anak yang memang meminta sendiri penggunaan ban­tal tersebut.

Bentuk dan posisi bantal yang tidak tepat bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau sakit pada leher bayi, akibatnya bayi juga bisa men­galami demam. Karenanya pilihlah bantal yang sesuai dan usahakan diberikan pada bayi setelah beru­sia di atas dua tahun. (*)