CIGUDEG TODAY – Jembatan penghubung dua kampung, yang terletak di Kampung Cilame Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg terancam ambruk. Pasal nya jembatan itu nyaris ambruk akibat sering nya terkikis pada musim hujan beberapa hari lalu. Jembatan sepanjang 10 meter ini merupakan akses masyarakat satu satunya yang biasa digunakan dan dilalui oleh para petani dan masyarakat untuk aktivitas perekonomian di desa Sukamaju, dan kini kondisi jembatan itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang bangunannya berada diatas daerah aliran sungai Citeurep.

Keberadaan jembatan yang  menjadi akses utama warga sekitar kondisinya makin hari kondisinya sangat menghawatirkan. Bagian pondasi bangunan jembatan terlihat sudah menggantung , lantaran seringnya terkikis aliran sungai akibatnya, pada ruas bagian atas jalan terjadinya amblas kurang lebih sekitar 50 Centi meter.

Kepala Urusan (Kaur)  Pembangunan Desa Sukamaju, Dahyudin menuturkan, kondisi jembatan itu amblas disebabkan seringnya terkikis dan tergerus hujan deras beberapa waktu lalu.

“Rusaknya jembatan itu disebabkan tingginya intensitas curah hujan beberapa hari lalu, sehingga bagian pondasi menggantung akibat terkikis deras nya aliran sungai Citeurep,” ujar Dahyudin, Kamis (12/4/18).

Lanjut Dahyudin menerangkan, terkikisnya bagian pondasi beton bangunan Jembatan Cilame, selain lapuk karena termakan usia, kondisinya makin hari sangat membahayakan bagi para pengguna jalan yang melewatinya.

“Lihat saja, bagian pondasi jembatan sudah terlihat menggantung dan mengalami keretakan pada beton bangunan sehingga berdampak terjadinya amblas kurang lebih sekitar  50 cm dan sangat mengkhawatirkan sekali,” terang Dayudin.

Selain itu ia menjelaskan, jembatan Cilame yang nyaris ambruk itu, warga pun diminta untuk berhati hati ketika akan melintasi jembatan tersebut. Tidak ada akses lain selain melintasi jembatan itu, tetapi keberadaan jembatan yang rusak berat itu sudah saya laporkan kepihak terkait yakni, UPT Teknik Jalan dan jembatan wilayah VI Cigudeg dengan tujuan untuk segera ada tindakan dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Keberadaan jembatan itu usianya sudah terlihat tua. Saya berharap Pemkab Bogor untuk segera melakukan renovasi pembangunan,” pinta Dahyudin.

Sementara itu, Bagian Pengawas di UPT Teknik Jalan dan Jembatan Wilayah VI Cigudeg, Taupik mengatakan, dirinya membenarkan adanya jembatan di kampung Cilame yang rusak dan nyaris ambruk. Sementara dilokasi sudah dilakukan pemasangan tanda pengaman, arus lalulintas masih bisa dilewati oleh kendaraan roda dua, kecuali untuk roda empat sementara tidak bisa melintas karna beban nya terlalu berat dikhawatirkan jembatan itu semakin amblas apabila dilewati oleh kendaraan yang berat bebanya.

“Kondisi jembatan di Kampung Cilame itu memang sudah rusak sejak sedminggu yang lalu akibat curah hujan yang sangat tinggi sehingga menyebabkan kerusakan dibagian beton pondasi sehingga menjadi amblas sekitar 50 Centi meter. Bencana ini sudah saya laporkan ke Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Untuk proses pengerjaannya direncanakan tahun 2018 ini jembatan Cilame itu akan segera dibangun,” pungkasnya. (Agus)

1 KOMENTAR

Comments are closed.