CIBINONG TODAY – Es Potong di Kabupaten Bogor memang sudah terkenal. Namun, untuk saat ini jajanan yang digemari oleh anak-anak itu sudah langka di perjual belikan. Akan tetapi, warga Cikaret ini masih tetap bertahan menjual es yang berukuran 10 centi meter tersebut.

Sapa saja Mas Gondrong (35), dirinya menjual Es Potong tersebut sudah puluhan tahun dari dirinya berusia 13 tahun.

“Dulu waktu saya umur delapan tahun, saya hanya bantu-bantu orang tua jualan. Tapi, saat umur 13 tahun saya sudah mulai jualan sendiri,” katanya, kepada Bogor Today, (25/06/2019).

Alasan Mas Gondrong terjun langsung dalam dunia usaha, karena factor ekonomi keluarga. Akhirnya, dirinya juga harus mengorbankan putus sekolah.

“Akhirnya saya memutuskan untuk berjualan Es Potong saja, untuk membantu perekonomian dalam keluarga saya yang pada waktu itu sangat pas-pasan,” tuturnya.

Ia menceritakan, dirinya saat itu putus sekolah pada kelas dua Sekolah Dasar (SD), demi membantu orang tuanya untuk menyambung kehidupan sehari-hari.

“Walau sehari hanya dapat keuntungan Rp 50 ribu, tapi Alhamdulillah bisa membantu orang tua walaupun harus mengorbankan sekolah saya,” imbuhnya.

Dala dunia usaha lanjutnya, untuk jualan ini kadang habis dan tidak ada yang beli satupun, itu adalah bentuk konsekuensi dalam dunia usaha.

“Maka suka sedih aja kalau gak ada yang beli,” lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk penjualan satu potongnya, es tersebut dihargakan Mas Gondrong Rp 2 ribu walaupun sekarang sudah jarang yang beli jajanan anak-anak ini.

“Tapi namanya orang dagang kadang laku kadang gak, saya selalu bersyukur,” tukasnya. (Fadya/PKL)

loading...