alfian mujaniADA perbedaan yang terasa antara jujur, lugu, dan bodoh. Disebut dengan kata “terasa” karena kadang per­bedaannya sulit diung­kap dengan kata-kata, tapi bisa dipersepsikan dan dirasakan.

Cerita ini mung­kin bisa memberikan gambaran tentang per­bedaan jujur, lugu dan bodoh. Alkisah se­orang perampok bank disidang di pengadilan. Jaksa penuntut umum pandai sekali menyu­sun argumen yang membuat perampok itu sesungguhnya kesulitan untuk mengelak. Na­mun perampok itu tetap mungkir.

“Saya bisa hadirkan lima orang sebagai saksi yang melihat sendiri ketika Anda keluar dari bank dan berlari menuju mobil mem­bawa koper uang,’’ kata Jaksa dengan penuh keyakinan. Perampok itu menjawab dengan penuh emosi: “Bapak cuma bisa hadirkan lima orang, saya bahkan bisa hadirkan 500 orang yang tidak melihat saya ketika lari dari bank itu menuju mobil dengan membawa koper uang. Jadi banyakan saksi saya kan dan lebih kuat saya kan?”

loading...