Untitled-15

BOGOR TODAY – Salah satu dari enam wilayah yang mendapat bantuan penataan kawasan kumuh yaitu Kampung Muara, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Ketua Tim Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan (TP4) Kota Bogor, Yayat Supriatna, menjelaskan bantuan penataan kawasan kumuh untuk Kota Bogor dari pemerintah pusat sebesar 26,7 miliar. Program tersebut juga tidak hanya dilaksanakan tahun ini namun berkelanjutan sampai tahun 2019. “Pemerintah pusat memiliki program seratus nol seratus secara nasional. Seratus pengembangan sanitasi, nol kawasan kumuh dan seratus akses air bersih. Kota Bogor terpilih mendapatkan bantuan dari enam kota di Indonesia. Selain Bandung, Semarang, Jogja, Solo dan Malang,”ujarnya. Yayat Supriatna kembali menegaskan dalam kriteria pemilihan dari 30 kawasan kumuh di Kota Bogor, Kampung Muara memenuhi persyaratan karena memiliki luas lebih dari 15 hektar. Penataan sendiri meliputi 2.000 Kepala Keluarga (KK) yang berada di 26 RT, 6 RW. “Penataan ini untuk merubah kawasan kumuh menjadi nol (Hilang). Dan yang berubah itu bukan hanya sarana dan prasarananya. Ide ini akan dimatangkan melalui program sekarang yaitu penanganan fisik. Pertengahan tahun ini tim konsultan dari pemerintah pusat untuk akan meninjau tempat tersebut untuk membuat master plan/grand desain sampai tahun 2019,” terangnya. Untuk kedepanya seluruh wilayah kumuh di Kota Bogor akan ditangani secara bertahap. Jika tahun depan bantuan dari pemerintah pusat lebih besar lagi kita akan mendorong untuk wilayah lainya, karena kebetulan pemerintah tahun ini untuk dana insfratrukturnya sangat banyak. “Yang paling penting disini bagaimana menyiapkan Detailed Engineering Design (DED) dan aspirasi masyarakat,” tegasnya. Untuk tahun ini program penataan kawasan kumuh di Kampung Muara meliputi 11 komponen. Diantaranya, penanganan sampah, IPAL, bangunan jalan lingkungan dan hydrant. “Prosesnya dimulai dari warga pada tiap RW untuk memetakan apa yang dibutuhkan dan diutamakan. Barulah kajian teknis dilakukan oleh tim komunitas Penduli Kampung Halaman (Kalam) yang sudah dua minggu berada di lokasi,” tutupnya. Terpisah, Kepala Diswasbangkim Kota Bogor, Boris Derurasman, menjelaskan, program ini saat ini tengah dalam pematangan. “Kampung Muara sengaja dipilih karena masuk dlaam zona merah kumuh. Tahun ini giat fisik sudah bisa dimulai,” kata dia, kemarin.

(Rizki Dewantara|Yuska)

loading...