CIBINONG TODAY – Satuan Narkoba Polres Bogor berhasil meringkus 38 bandar narkoba yang beredar di Kabupaten Bogor. Penangkapan yang memakan waktu kurang lebih satu bulan itu, mengungkap lima jaringan besar yang selama ini beredar di Bumi Tegar Beriman.

Kapolres Bogor, AKBP muhammad Joni mengatakan, pengungkapan kasus narkoba di wilayah Kabupaten Bogor ini merupakan hasil dari 25 kasus yang terjadi.

Dari para pelaku, polisi berhasil mengamankan setengah kilogram sabu, 1,5 kilogram ganja serta ribuan butir obat keras.

“Semuanya pengedar. Mereka berasal dari 5 jaringan berbeda. Sementara kita masih kembangkan untuk mengejar bandar besar lainnya,” ungkap Joni saat menggelar konferensi pers di Mako Polres Bogor, Jumat (11/10/2019).

Penangkapan sendiri dilakukan di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor. Seperti Cileungsi, Gunung Putri, Cigombong hingga Cisarua.

Menurut Joni, sebagian besar dari mereka merupakan pengangguran yang nekat menjual dan mengedarkan narkoba dengan dalih terlilit masalah ekonomi.

“Ada sebagain merupakan residivis tapi ada juga pemain baru. Ya motifnya sejauh ini karena masalah ekonomi, rap ada juga yang mengaku ketagihan karena mudah mendapatkan uang dari hasil menjual narkoba,” kata Joni.

Untuk pasarnya, Joni menyebut untuk sabu, para pengedar mengincar kalangan atas. Sedangkan penjualan ganja, yang diincar adalah remaja mulai dari pelajar hingga mahasiswa.

“Pengedarannya dilakukan dengan sistem beli putus. Kita masih kembangkan, karena ditenggarai ada di luar Bogor. Jadi kami harus koordinasi dengan polres dan polda lainnya,” jelas Joni.

Di tempat yang sama, Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam memgatakan, dari lima jaringan yang diungkap, satu diantaranya beranggotakan lima sampai 10 orang.

“Semuanya pengedar, ini menjadi warning buat kita untuk lebih waspada. Ini menjadi tugas kita semua untuk memutus jaringan mereka. Kami juga butuh kerjasama masyarakat, BNN, Lembaga Pemasyarakatan dan pihak lainmya untuk memerangi narkoba,” kata Andri. (Firdaus)

loading...