BOGOR TODAY – Masih ingatkah Ranto Ramanda Sinambela (19)? Pengemudi Fortuner maut yang menewaskan Ng Tjau Tjai(63) dan anak kandungnya, Tjau Tjiau alias Anto(28) saat asik makan malam di warung tenda Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor itu kasusnya mulai bau. Kabar yang berkembang, Mabes Polri menekan Polres Bogor Kota agar kasusnya disetop alias di-86-kan. Kabar punya kabar, Ranto ini bukan sembarang mahasiswa. Darah Medan itu ternyata adalah anak juragan sawit di Sumatera Utara. Kabar lainnya menyebut, sang bapak juga berkawan dekat dengan pejabat bintang di Korps Tribrata. Betulkah demikian? Soal isu tekan-menekan itu, Kanit Laka Lantas Polres Kota Bogor, Iptu Yudi Suharjo, membantah jika ada isu tekan-menekan dari Mabes Polri dalam kasus Ranto. Ia juga menjelaskan, saat ini tersangka masih dalam penyidikan, karena berkas-berkas untuk pengajuan ke pengadilan masih kurang. “Berkasnya masih kurang karena masih menunggu kesaksian dari pihak korban,” ujarnya, kepada BOGOR TODAY, Selasa (19/5/2015). Yudi menambahkan, penyidikan ini masih menunggu kesaksian dan proses itu sepertinya akan membutuhkan waktu dikarenakan prosesi pemakaman yang dilakukan oleh pihak korban. “Ya, kita hubungi pihak korban lewat telpon dan kita menghargai proses itu karena sesuai dengan adat dia,” bebernya. Ranto Ramanda Sinambela (19), sopir Toyota Fortuner ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut di Jalan Ahmad Yani II, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (11/5/2015) malam. “Mana ada yang nengok semua jauh,” kilah Ranto saat ditanya.

(Guntur Eko Wicaksono)

loading...