DEPOK TODAY – Penggugat, Ahmad Muchlis mengatakan pihaknya memiliki luas tanah sebesar 1.076 meter persegi karena ingin mengurus sertifikat untuk dipecah dengan beberapa saudaranya melalui notaris diketahui luas lahannya berkurang.

“Kami sudah melakukan mediasi, sebelumnya ke RT, lihat gambar peta induk, namun tidak ada kesepakatan akhirnya kami lanjutkan ke persidangan,” kata Ahmad Muchlis.

Pihaknya juga mengaku telah melakukan perhitungan ulang, dan kantor BPN Kota Depok, juga mengakui pagar milik tergugat masuk kedalam lahan milik penggugat, dan tanah milik tergugat berada disebelah utaranya, dan bangunan saat ini sudah tidak sesuai dengan batas yang ada di sertifikat.

“Lembaga yang berkompeten menangani masalah tanah, dalam hal ini Kantor Pertanahan Kota Depok, sudah mengakui bahwa tanah kami diserobot oleh pihak tergugat, kalau BPN saja tidak bisa dipercaya, mau percaya siapa lagi,” kata Muchlis.

Sementara itu, kuasa hukum Penggugat Dody Zulfan mengatakan banyak masalah yang terjadi di luar persidangan, sebelum memasuki masa sidang lapangan pihaknya pun mengaku sempat cek cok dengan hakim anggota yang akan memimpin persidangan.

Dia mengatakan tedapat insiden sebelum sidang lapangan digelar, dia mengaku memang membawa mobil kantor yang memampang lambang kantor hukumnya. Menurutnya kejadiannya terjadi di depan kantor DPRD Kota Depok.

Dia mengatakan berdasarkan penglihatan assistennya hakim tersebut ingin lurus tetapi menurut hakim tersebut pihaknya tidak menggunakan lampu sen.

“Tapi ketika disuruh turun dia malah tanya ‘mau sidang kamu kan?’ kok tau ya, itu jadi pertanyaan kami,” kata Dody.

Menurut pengakuan Dody, dalam peristiwa tersebut, pak Darmo mengaku lecet di lutut padahal motornya tidak jatuh justru body dan kaca spion mobil kami yang pecah.

Menurutnya hakim anggota yang bersangkutan ingin memanggil Laka lantas, namun menurutnya silahkan aja.

“Saya lihat lagi keduanya sama-sama salah, sama-sama mau ke pengadilan lapangan tapi dari jalur yang salah, dan tidak pakai helm,” kata Dody.

Sementara itu, tidak hanya insiden mobil milik Dodi Zulfan yang di tabrak oleh Hakim , pengacara saat pengukuran sempat mendorong Hafidz, anak dari ahli waris dengan tangan, namun sempat di lerai pihak keluarga pelapor.

“Memangbtadi, salah seorang anggota keluarga kami, sempat di dorong oleh pengacara terlapor, kalau memang sudah merasa kalah dan terpojok, biasanya akal manusia bisa hilang dan bisa main fisik, itu manusiawi,” tandasnya. (Areinta)