BOGOR TODAY – Sebuah pesan berantai yang berisi soal imbauan terhadap siswa/siswi di Bogor Raya untuk tidak berkeliaran di luar rumah beredar luas di aplikasi perpesanan WhatsApp. Jika kedapatan, maka siswa tersebut akan di bawa oleh mobil Gerakan Disiplin Siswa (GDS) dan akan dikarantina.

Selain itu, pesan tersebut menegaskan bagi yanh tidak menggunakan masker bakal dikenakan sanksi dengan menyemprot lingkungan sejauh 1000 meter.

Sontak, pesan tersebut membuat sejumlah orang tua khawatir. Seperti yang diungkapkan salah satu wali murid Kota Bogor yang enggan disebutkan namanya.

“Anak aku lagi bikin film soalnya sama teman-teman untuk tugas sekolah, takutnya kena razia juga kalau memang bener beritanya,” ungkapnya, Selasa (1/9/2020).

Dikonfirmasi, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menepis kabar tersebut. Ia mengatakan informasi itu tidak benar.

“Mungkin dari masyarakat yang mendengar ada rencana razia. Operasi Pemkot, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) bersifat tertutup,” tegas Dedi saat dikonfirmasi.

Berikut isi narasi yang tersebar di WhatsApp group :

“Assalamualaikum wr wb.
Ibu2 Wali kelas mohon untuk memberitahukan kepada seluruh siswa siswi di Bogor raya mulai nanti malam dilarang berkeliaran diluar rumah atau berkerumun ditempat2 keramaian karena bapak Wali kota bersama satpol PP dan Satgas Covid 19 akan Razia keliling dg membawa mobil GDS Gerakan Disiplin Siswa bagi yg terjaring akan diangkut di mobil untuk dikarantina , wali murid dan gurunya akan dipanggil juga, Razia masker bagi yg tidak memakai masker disuruh menyemprot lingkungan radius 1000 meter . Mohon untuk di Share di Paguyuban hari ini juga. Terima kasih.” Wassalamu’alaikum wr.wb
(Bambang Supriyadi)