BOGOR TODAY – Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR berencana akan memberi bantuan terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bogor. Karena, perusahaan BUMD milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor itu dinilai sehat, sebab memiliki predikat peringkat ke-2 terbaik dengan jumlah pelanggan diatas 100 ribu pelanggan.

Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Dirjen Cipta Karya, Yudha Mediawan mengatakan, Bantuan tersebut bisa berbentuk program dari APBN atau bisa juga dari hibah. Namun, sambung dia, bantuan hibah itu tentu memiliki persyaratan yang harus dipenuhi oleh PDAM. Setelah persyaratannya sesuai kriteria maka pihaknya akan mendorong untuk bantuan tersebut, kata

“Artinya PDAM buat dulu transfer hibah atau kita dorong ke depan kerjasama dengan badan usaha atau swasta, kemudian ada pergantian perpres 29 yaitu 46 tentang penjaminan dan juga subsidi bunga pinjaman dan ini bisa dimanfaatkan terutama PDAM PDAM sehat,” katanya saat menghadiri Konsultasi Publik Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) dan Temu Pelanggan PDAM di Kota Bogor, Rabu (13/11/2019).

Kemudian ia berpesan, dengan pelanggan diatas 100 ribu dan juga pelayanan diangka 92 persen yang dimiliki PDAM Kota Bogor tentu harus dikembangkan lagi, sebab dengan angka tersebut belum seluruhnya terlayani. Untuk itu, ini perlu dikembangkan dengan konsep 4 K yaitu kuantitas, kualitas, keterjangkauan dan kontinuitas.

“Seperti yang di sampaikan walikota tadi bahwa kita bukan hanya profit orientasi tapi pelayanan ke masyarakat, jangan sampai masyarakat ini kecewa karena tidak mengalir ke rumahnya atau pun kualitas tidak sesuai dengan harga yang mereka bayar,” ujarnya.

Iapun menyadari bahwa ini memang PR yang berat, tapi kalau dilihat sumber air hampir sebagian besar dari mata air.

“Kalau mata air tentu kualitas relatif lebih baik, tapi sumber air dari sungai atau aliran permukaan ini yang perlu dilakukan peningkatan dari prosesnya atau IPA-nya sendiri dan juga dari PIPA-nya. Kemudian kedepan bukan hanya air bersih saja, tetapi harus bisa menjadi air minum,” tambahnya.

Selanjutnya, Kepala Pusat Air Tanah Air Baku Dirjen Sumber Daya Air, Iriandi Aswartika mengatakan bahwa pihaknya hanya menyediakan air baku atau mencari air yang kemudian dibawa ke reservoir. Selain itu dilihat juga dari segi permintaannya yang kemudian disesuaikan dengan penyediaan air.

“Seberapa besar air baku yang ada, yang harus kita identifikasi kemudian kita investasikan sejauh mana air baku ini bisa kita dorong kita manfaatkan agar bisa menjadi air bersih kemudian menjadi air minum,” katanya.

Iapun menilai dengan sinkronisasi yang saat ini dilakukan merupakan hal positif, sebab bisa bertemu secara triparkit antara Kementerian dengan Pemerintah Daerah dan PDAM selaka pengguna.

“Tentunya sinkronisasi seperti hari ini yang kita lakukan bersama, merupakan hal positif, karena kita bisa bertemu secara triparkit antara Kementrian kemudian dengan Pemerintah Kota dan PDAM selaku pengguna, kita sangat mendukung,” pungkasnya. (Adit)

loading...