BOJONGGEDE TODAY – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengerahkan 50 truk pengangkut sampah untuk membersihkan tumpukan sampah yang ada di atas Kali Baru, Kecamatan Bojonggede.

Kepala Bidang Pengelolahan Sampah DLH Kabupaten Bogor, Atis Tardiana mengatakan, sampah yang didominasi plastik dan styrofoam itu akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, di Kecamatan Cibungbulang.

Sampah yang berada di atas aliran Kali Baru itu berasal dari hulu yang terbawa aliran air. “Kami sudah maksimal mensosialisasikan kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah ke Kali Baru, tapi belum berhasil 100 persen. Ini memang tidak mudah, harus pelan-pelan untuk membuat warga tertib pada aturan,” kata Atis.

Kendati begitu, Atis mengaku volume sampah di atas aliran Kali Baru tersebut belakangan ini relatif menurun dari sebelumnya.

“Insha Allah beberapa tahun kedepan, Kali Baru akan bebas dari sampah terutama plastik dan sampah styrofoam,” ungkapnya.

Sekedar informasi, pembersihan Kali Baru tersebut tidak hanya melibatkan petugas DLH, melainkan juga personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Camat Bojonggede, Dace Hatomi mengatakan, keterlibatan Satpol PP dalam kegiatan tersebut, untuk membongkar jembatan beton ilegal yang menjadi salah satu penyebab tersangkutnya sampah di Kali Baru.

“Karena sampah seringkali tersangkut di jembatan itu, maka kita bongkar. Kebetulan juga lahan yang digunakan untik pondasi jembatan itu, milik pemerintah daerah,” kata dia.

Dace juga mengaku pihaknya dengan DLH Kabupaten Bogor sudah sangat sering melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah ke Kali Baru.

Namun dia menyebut, pembuang sampah di Kali Baru ini juga melibatkan orang dari luar Bojonggede, salah satunya pedagang. Hal itu ia ungkapkan setelah petugas kecamatan mendapati seorang pedagang tengah membuang sampah ke kali. “Setelah diperiksa, ternyata bukan warga Bojonggede, tapi pedagang,” ungkap Dace.

Dia menambahkan, DLH Kabupaten Bogor pun berencana meluncurrkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Mobile. Namun rencana itu masih harus menunggu persetujuan dari warga lingkungan terlebih dahulu.

“Kami akan mendengarkan dulu aspirasi dari warga untuk bahan pertimbangan. Agar program yang diluncurkan bisa mencapai target. Intinya kami siap melakukan apapun agar volume sampah khususnya di Kali Baru ini bisa turun,” tandas Dace. (Asep B)