BOGOR TODAY – Sejumlah warga Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor mengamuk hingga merusak bangunan proyek perumahan yang sedang berlangsung pembangunannya.

Ketua RT 02/03, Risin mengungkapkan peristiwa tersebut berawal dari kabar yang beredar di media sosial soal salah satu warga Desa Tegal, dituding telah mengambil bahan bangunan milik perumahan yang berada di wilayahnya.

Untuk mengklarifikasi kabar tersebut, warga langsung menyambangi proyek dan mencari mandor. Namun, tak membuahkan hasil. Akibatnya warga pun tersulut emosi dengan melampiaskan kekecewaannya merusak sejumlah rumah yang sedang dalam tahap pembangunan.

“Jadi awalnya saya sedang mendata warga baru dan mendengar obrolan ibu-ibu bahwa warga Tegal dituduh mencuri,” kata Risin, Senin (6/9/2020).

Selain itu, warga juga sempat menghentikan para pekerja proyek karena kesal tidak bertemu mandor

Tokoh Masyarakat Kampung Tegal, Deden Abdurahman menilai, pihak perumahan seharusnya tidak asal tuduh karena harus ada bukti agar tidak memicu kekesalan warga.

“Kalau memang ada pencuri dan kehilangan barang bangunan, laporkan dulu dan dan koordinasikan dengan pihak terkait, sehingga tidak membuat warga marah,” kesalnya.

Dikonfirmasi, perwakilan developer perumahan Bogor Kemang Residence (BKR) Imam mengaku, pihaknya tidak tahu menahu mengenai tudingan terhadap warga bahwa ada pencuri di wilayah proyek perumahan. Bahkan, ia pun belum menanyakan kepada mandor proyek.

“Yang jelas, kami dari developer tak mengetahui lebih detail perihal informasi ada kehilangan dan menuduh warga sekitar, makanya mau memanggil mandornya, tapi sejauh ini mandornya tidak ada,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Kemang, Kompol Agus Suyandi mengungkapkan, pihaknya akan mengecek detail insiden tersebut.  (Bambang Supriyadi)