ROMA TODAY– Klub-klub Serie A menyepakati pemotongan gaji di tengah pandemi virus corona. Tak cuma pemain, pelatih dan staf pun juga ikut kena.

Teror COVID-19 saat ini sudah membuat roda kompetisi Serie A berhenti. Tak ada pertandingan berarti sponsor tidak jalan sehingga pemasukan klub pun jadi terganggu.

Di saat bersamaan, klub juga harus menggaji para pegawainya termasuk pemain tim utama yang jadi pos dengan pengeluaran terbesar. Apalagi Serie A ditangguhkan sampai batas waktu tidak ditentukan.

Oleh karenanya, demi menyiasati keuangan agar tetap sehat, langkah paling pahit harus diambil, yakni pemotongan gaji. Setelah mengadakan pertemuan darurat dengan Lega Serie A, Senin (6/4/2020), yang dihadiri juga oleh Asosiasi Pemain Serie A (AIC), klub-klub diizinkan untuk melakukannya.

 

Ada dua skema yang disepakati yakni jika musim bisa diselesaikan maka besaran potongan gaji hanya 1/6 atau setara dua bulan. Sementara jika musim dibatalkan, maka pemotongan gaji mencapai 1/3 atau setara empat bulan gaji.

Ada 19 klub yang hadir dan menyetujuinya, kecuali Juventus. Sebab Si Nyonya Tua sudah lebih dulu melakukan rasionalisasi gaji sekitar 20-30 persen kepada seluruh pemain dan staf pelatih.

“Sejalan dengan pemotongan gaji para pekerja di Italia dan negara lainnya, Lega Serie A memutuskan memangkas gaji pelatih, pemain, dan staff tim utama lainnya, kecuali Juventus yang sudah mencapai kesepakatan lebih dulu dengan pemainnya,” ujar pernyataan Serie A di Football-Italia.

“Tindakan ini diperlukan demi memastikan keberlangsungan seluruh sistem sepakbola italia di masa depan, berupa pemotongan berupa 1/3 gaji tahunan ( setara empat bulan gaji ) apabila musim tidak dapat dilanjutkan dan 1/6 dari gaji tahunan (setara dua bulan gaji) apabila musim tuntas.”

“Klub bisa langsung menyepakati ini dengan seluruh staf klub mereka.” (net)

loading...