BOGOR TODAY – Wali Kota Bogor Bima Arya mengajak seluruh pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesi (KNPI) Kota Bogor untuk bersama-sama melawan covid-19 dengan cara mensosialisasikan protokol kesehatan, termasuk terjun langsung kelapangan mengkampanyekan protokol kesehatan.

“Intinya saya ingin diperkuat sama teman-teman KNPI untuk berperang melawan Covid 19 ini, dan Alhamdulillah respon dari teman-teman KNPI sangat positif, juga tadi merencanakan akan turun ke lapangan tentunya dengan protokol kesehatan untuk mengkampayekan penggunakan masker. Kuncinya sekarang protokol kesehatan yaitu dengan masker,” kata Bima saat melakukan kunjungan ke Kantor DPD KNPI Kota Bogor, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal.

Bima juga mengapresiasi langkah-langkah dari DPD KNPI Kota Bogor yang sudah bergerak melakukan kegiatan bakti sosial ke masyarakat dalam memerangi covid-19 sejak awal merebak di Kota Bogor.

“Saya apresiasi, teman teman KNPI kompak dan bergerak bersama sama membantu masyarakat. Saya sedang mengatur jadwalnya untuk turun bareng bersama KNPI,” ucapnya.

Sementara, Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Bagus Maulana Muhammad didampingi Sekjen KNPI Anjas Andika Barus dan Bendum Rivaldo mengatakan, kedatangan Walikota untuk berdiskusi dengan para pemuda dan KNPI. Tadi yang banyak dibahas yaitu membicarakan persoalan penanganan covid-19.

“Pesannya udah jelas tadi, pemuda harus kompak dan harus di respon kegiatan sosialisasi. Kita juga akan melakukan kegiatan sosial kembali seperti membagikan masker dan razia masker. Sebenarnya kami juga rutin melakukan kegiatan sosial, salah satunya membagikan beras kepada warga yang merupakan bantuan dari DPP KNPI,” jelas Bagus.

Karena banyak pengurus KNPI bekerja di berbagai bidang, dalam silaturahmi tersebut, para pengurus menyampaikan berbagai aspirasi langsung ke Walikota. “Walikota sangat terbuka ya, menerima berbagai masukan dan merangkul banyak pihak, terbuka kepada para anak muda. Kami berharap potensi potensi yang ada di KNPI bisa terus dikolaborasikan dan disinergiskan bersama Pemkot Bogor,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Bagus juga menyampaikan persoalan status alas hak gedung KNPI di kawasan GOR Pajajaran yang belum jelas legalitasnya. Banyak peluang bantuan dari tingkat provinsi Jawa Barat untuk KNPI Kota Bogor, tetapi karena legalitas alas hak gedung KNPI belum ada, maka bantuan itu belum bisa dimanfaatkan oleh KNPI Kota Bogor.

“Walikota juga baru mengetahui soal legalitas alas hak gedung ini. Kami berharap agar segera diselesaikan administrasi soal legalitas ini. Jadi tinggal administrasi bukti hitam diatas putih saja, agar kami bisa mendapatkan pekuang bantuan untuk KNPI Kota Bogor,” pungkasnya. (Heri)