Home Bogor Raya Kondisi Terminal Dibiarkan Memprihatinkan

Kondisi Terminal Dibiarkan Memprihatinkan

0
126

HLTerminal bus di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), masih dibiarkan semrawut. Parahnya, kondisi bangunan juga tak berubah tanpa renovasi.

Oleh : Yuska Apitya Aji
[email protected]

Perbaikan dan pem­benahan terminal di Jabodetabek sudah sangat mendesak. Harus segera dianggarkan, agar tahun 2017 sudah dapat dikerjakan, sehingga pemudik musim Lebaran 2017 sudah dapat menikmati terminal yang layanannya senyaman stasiun atau bandara,” kata pengamat transportasi Djoko Setijawarno.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubun­gan, jumlah pemudik yang menggunakan bus menurun 12,25 persej dari 4.832.000 orang di tahun 2015 menjadi 4.239.000 orang pada 2016. Penurunan jumlah tersebut, kata Djoko, dikarenakan se­jumlah faktor seperti bus yang layanan dan kondisinya tidak memadai sehingga dila­rang berangkat hingga faktor ketidaknyamanan penump­ang pada terminal.

Menurut Djoko, dari 10 terminal yang ada di Jabode­tabek yakni Baranangsiang (Bogor), Bekasi, Depok, Kali­deres, Kampung Rambutan, Pondok Cabe, Poris, Puloga­dung, Pulogebang, dan Rawa­mangun, hanya terminal Pu­logebang yang dinilai baik.

Sementara terminal lain­nya masih memiliki kondisi yang tidak nyaman untuk penumpang. Kondisi yang cenderung kotor, tidak tertib, dan ada potensi tindak keja­hatan seperti jambret hingga hipnotis disebut membuat masyarakat enggan meng­gunakan terminal untuk ke­berangkatan.

“Calon penumpang lebih senang naik dari pool bus atau terminal bayangan. War­ga selalu khawatir jika ke ter­minal,” ujar Djoko.

Djoko mengatakan pemer­intah daerah setempat ber­tanggung jawab membenahi terminal dengan serius se­bagai layanan publik yang nyaman. Sementara terminal tipe A sebanyak 143 terminal di seluruh Indonesia dikelola langsung oleh Kementerian Perhubungan sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. (Yuska Apitya)